Wednesday, 25 March 2015

Bentrok Warga Buaran Terus Berulang








Bentrok  Warga Buaran


Jakarta,  Media Investigasi
Bentrok Warga Buaran yang selalu berulang itu, memperlihatkan sepertinya tidak mau kalah dengan para petingginya di pemerintahan dan dewan yang juga berulang-ulang pecah. Tidak peduli apakah ada dampak yang ditimbulkan dengan perseteruan berkepanjangan, berapa kerugian diakibatkan baik waktu dan materi serta psikis warga.
Kejadian tauran sekitar pukul 16.00 WIB dijalan Buaran tepatnya didepan Perumahan Jatinegara Baru Jakarta Timur, selalu saja berulang karena gagal didamaikan oleh aparat dan tokoh masyarakat setempat. Tauran antar warga sangat meresahkan pengguna jalan, pasalnya mereka mempersenjatai diri dengan senjata tajam, berupa Celurit,Golok dan saling melempar batu ditepi perlintasan kereta api, Minggu pekan lalu.
"Mereka saling lempar batu, balok-balok kayu hingga beberapa rumah dan mobil jadi korban. Bentrok dari semalam sekitar pukul 02.00 mereka juga membawa senjata tajam.Takutnya kena orang aja," ujar Ferry warga sekitar Buaran Jakarta Timur.
Ironisnya tengah cuaca hujan tauran tetap berlangsung namun, aparat keamanan nampak tidak terlihat dilokasi. Aktivitas pengguna jalan sangat terganggu dengan aksi berutal sekelompok pemuda tanggung itu. Entah apa yang diributkan sampai-sampai hal ini selalu terulang kembali.
Warga berharap agar pihak keamanan dan tokoh masyarakat bisa mencari solusi dan bentrokan susulan antar warga disekitar Buaran. Ferry menambahkan karena banyaknya pemuda tanggung yang nongkrong disekitar kolong fly over Buaran pangkalan ditambah kurangnya kegiatan itulah penyebab utamanya. "Kurangnya aktivitas para pemuda  atau banyaknya angka pengangguran adalah faktor  utama penyebab terjadinya bentrok" jelasnya.  Didi Wijayanto/ AS



PHL Dinas Kebersihan Jakarta Belum Dibayar








PHL  Dinas Kebersihan Jakarta Belum Dibayar


Jakarta, Koran Investigasi
Sungguh sial nasib Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan DKI Jakarta, ibarat sudah jatuh ketimpa tangga pula. Mereka sudah bating tulang—peras keringat dibawah terik matahari sampai berkotor-kotor sabang hari, tak pernah diperhatikan jerih upayanya. Soalnya hingga sekarang upah kerja mereka belum dibayar-bayar, namun tetap harus kerja hingga tuntas, meski ia meringis dalam hati memandangi keluarganya yang serba kekurangan.
PHL itu mengeluh karena dari hari ke hari hingga pergantian bulan honor dari penghasilannya tak kunjung diterima, bahkan uang prestasinyapun tak diperhitungkan. Selalu saja ditunda dengan alasan tidak masuk diakal mereka.
Hal sangat berbeda dengan karyawan pada umumnya, tiap awal bulan memperoleh haknya sesuai dengan  kewajibannya. Menurut salah seorang Pekerja kebersihan Waduk  Ria Rio Jakarta Timur, mereka sangat berharap penuh kepada Pemerintah khususnya Dinas Kebersihan agar secepatnya hak mereka diberikan yang sesuai dan tidak mengulur waktu lagi katanya.
"Gaji saya beberapa bulan terakhir ini selalu saja telat, padahal saya kan sudah bekerja sesuai waktu kerja, bahkan lebih. Kenapa harus menunggu lama, urusan perut keluarga kan tidak mengenal kompromi dengan hidup seadanya, seperti ini ? " keluh Anton kepada wartawan Koran Investigasi.
Perlu diketahui, tugas utama yang dilakukan Pekerja Harian Lepas antara lain membersihkan sampah, rumput dan plastik yang terbawa oleh air disekitar waduk. Namun mereka seiring  aktivitas membersihkan sampah dalam sehari-hari tersebut, kerap kali mengalami luka karena tertusuk paku atau sampah logam. Maklumlah katanya, area lahan mencari nafkah itu berbagai macam rintangannya memang tak sebanding dengan penghasilannya.
Namun mereka berharap kedepannya ada perbaikan untuk kesejahteraan tanpa harus digantung-gantung gaji setiap bulannya, karena mereka punya tanggung jawab pada keluarga dirumah. "Kita menunggu waktu ajalah, kita tidak mau tahu apa yang terjadi di atas atau bos dipemerintahan. Yang penting  gaji kami lancar setiap bulannya,".jelasnya .  Didi Wijayanto/ Andi Syahruddin

Tuesday, 24 March 2015

Bekal Keterampilan Rancang Bangun Motor Roda Dua Joe Miliki Usaha






Bekal Keterampilan Joe Miliki Usaha

Jakarta, Media Investigasi
Sebaiknya memang setiap orang miliki keterampilan, karena kata mereka yang punya keahlian tidak merasa bingung ketika tidak ada lowongan kerja. Tidak akan pernah pula kehilangan ide untuk selalu berkarya-berhasil guna dimanapun berada, baik pendapatan dirisendiri maupun orang lain, katanya.
Setidaknya, inilah dirasakan  Yudi, pemuda yang tidak mengenal lelah serta jenuh mencoba mencipta karya-karya baru . Ia mengaku hanya mengenyam pendidikan pas-pasan, tidak ada kaitannya dengan pekerjaan yang digelutinya. Berbekal pengalaman dan memilki las karbit, akhirnya bahan baku plat tipis itulah, disulap menjadi tangki dan knalpot motor bernilai ekonomi tinggi.
Sejalan dengan program pemerintah untuk memajukan ekonomi kreatif, namun lelaki lajang ini mengaku belum mendapat perhatian dari instansi dan lembaga manapun katanya. Nilainya,  hanya keprihatinan dan keterampilanlah serta sektor usaha kreatif di tengah masyarakat berkembang, kemudian mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Joe yang akrab dipanggil dikalangan teman-teman tongkrongannya, selama ini walaupun peralatan terbatas ia mampu bersaing di tengah-tengah persaingan mesin yang serba canggih. Ia pantang mundur sebelum berjuang, dengan sikap tegar siap menyuguhkan karya tangan terbaiknya pada pemilik kendaraan bermotor di Jakarta maupun luar kota metropolitan.
"Saya harus menyediakan besi baja plat tipis yang telah di pola pada kertas lalu dibentuk sesuai permintaan pemesan, lalu dilas dengan rapi untuk menghubungkan sisi-sinya," Jelas Yudi kepada Wartawan Koran Investigasi dibengkelnya, Pangkalan Jalan KR.Rajiman Cakung, Jakarta Timur.
Lanjutnya lagi, biasanya calon pemesan datang dari kalangan anak-anak muda untuk memodifikasi motornya. Dan ada pula sebagian orang tua yang datang ke bengkelnya hanya sebatas  melihat-lihat, serta memberikan masukan  apa yang harus dikerjakan selanjutnya. Bagi Joe semua tamunya diperlakukan sama, jika yang datang sekedar bertandang tertarik kemudian akhirnya mereka akan datang kembali membawa model kendaraann yang sedang Booming dikalangan bikers atau penggila motor rancang bangun.
"Para pelanggan datang ke bengkel sementara hanya melihat-lihat hasil kerja saya, lalu beberapa hari kedepan pelanggan baru itu membawa contoh gambar yang mereka ambil dari google atau foto komunitas bikers saat acara dan Pameran roda dua dilangsungkan," jelas Joe tersenyum sambil melirik hasil karya sfektakulernya .
Uniknya dari hasil pantauan Koran Investigasi, dibengkel Las karbit tersebut boleh dikatakan peralatan amat sangat sederhana namun hasil memuaskan, pasalnya tiap pelanggan pasti akan datang kembali dengan membawa pelanggan baru atau teman lainnya yang hanya melihat hasil pesanannya yang sempurna mendekati hasil produksi mesin modern meski dikerjakan dengan manual.
Joe  pun sering menghadiri undangan pameran kendaraan roda dua yang sudah dirancang bangun , baik di dalam maupun diluar kota bersama pelanggannya, untuk melihat hasil karya terdahulunya, juga menjaring masukan-masukan dari komunitas bikers lainnya. Joe sekarang semakin dikenal, berkibar dan banjir order dari penggila motor roda dua rancang bangun. Sukses Joe mencetak uang. Didi Wijayanto/Andi Syahruddin

Saturday, 24 January 2015

COMPUTER CITY


Pusat Perbelanjaan Computer & Cervice terbesar di Kawasan Timur Indonesia Computer City terletak di  Makassar ibu Kota Propinsi Sulawesi Selatan merupakan pusat bisnis Computer terbesar di kawasan Timur  Indonesia, terletak dijantung kota Makassar yang bersebelahan dengan pusat perbelanjaan terbesar Mall Panakukkang ( MP- red ).

 
Berbeda dengan pusat perbelanjaan computer yang lainnya, Computer City tidak memberikan pilihan lain untuk berbelanja kebutuhan seperti kebutuhan sandang ataupun pangan  namun  hanya terkhusus melayani kebutuhan Komputer dan yang berhubungan dengan IT saja.  Disini pula menjadi tempat pusat service Komputer dalam segala jenis kerusakan.

Sejak  23 Januari 2004 sebagai ditandainya peresmian berdirinya Gedung Computer City  dengan nama sebenarnya PMCC ( Panakukkang Mall Computer City ) memang menjadi Icon pusat perbelanjaan dan Jasa computer di Makassar sebagai salah satu pilihan pusat belanja grosir maupun satuan berbagai produk dan aksesories untuk gadged seperti computer PC atau laptop hingga perlengkapannya , ini karena disebabkan Computer City adalah pusat penjualan dan jasa berbasis IT yang pertama dididirikan dimakassar, dimana sebelumnya pusat-pusat penjualan dan jasa computer hanya terdapat di ruko-ruko dan berbagai rumah-rumah yang menjajakkan jasa service dan penjualan.
Yang lebih spesifik lagi dan membuat unik Computer City adalah,  kita dapat memperoleh barang ( Komputer & sejenisnya-red ) mulai dari yang baru sampai dengan yang second tersedia sesuai keinginan kita.  Harga-harga yang ditawarkan juga bahkan sangat istimewa dan sangat murah.  “ Terkadang kita disini menjual Laptop baru yang hanya untungnya  Rp. 50.000” demikian pengakuan Muh. Idris pemilik toko Nubalema computer.

Berbeda memang dengan pusat penjualan computer dan sejenisnya yang berada di Makssar saat ini seperti MTC dan ITTC, computer City sampai kini tetap menjaga Icon-nya sendiri untuk tidak mencampur adukkan dengan barang lain seperti pakaian atau produk makanan dan  juga perkantoran,  Computer city tetap mempertahankan konsistennya yang hanya menyediakan barang untuk produk computer dan sejenisnya.  Disamping itu, pemilik stand / kios menurut pengelola Computer city bahwa 90% pemilik kios adalah Penduduk Pribumi dari berbagai suku di Indonesia.
Ketika kami menemui salah seorang pengunjung dan menanyakan apa kekurangan yang anda dapatkan selama berbelanja di tempat ini ( Computer City-red ) “ Tidak ada tangga Escalator atau Lift ,Tidak adanya AC senteral sehingga ruangan gedung menjadi panas.  Ini juga yang membuat  para pengunjung mengabaikan Larangan untuk tidak merokok dalam Gedung Computer City”  begitu keluhnya, akan tetapi ia sangat bangga berbelanja ditempat ini dan tak pernah ke tempat lain. “saya sudah satu hati dengan pemilik took disini” katanya lanjut sambil mengacungkan jempolnya pertanda baik.

Lain lagi dengan pengunjung yang lainnya “Parkir yang tidak memadai, sehingga terkadang saya ke sini ( Computer City-red ) tapi tidak mendapatkan Ruangan Parkir  maka saya menunda keinginan saya dan tidak ke tempat lain” kata Pak Ilham.  Ditanya mengenai apa yang menyebabkan sehingga beta terusan berbelanja di Compcit singkatan Computer city “ Pemilik toko disini bersahabat apalagi hampir setiap toko yang kami masuki, sang Bos juga ada berbeda ditempat lain, kita hanya bisa menemuai karyawannya” lanjutnya dengan logat bugis.

Ini adalah masukan yang sangat berarti bagi Pengelolah Computer City untuk memperhatikan keluhan para Pengunjung sehingga kedepannya Computer City tidak menjadi Icon yang hanya tinggal nama seperti yang pernah terjadi pada Mall Maricayya tahun 2005 – 2006 Jl. Sungai Saddang Makassar, Kemudian PTC tahun 2008-2009 yang terletak dia ereal Mall Panakukkang  ( Sekarang menjadi sebuah hotel ) yang juga menjadi salah satu pusat penjualan computer di Makassar dan kini keduanya telah hilang tak berbekas.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pelayanan dengan baik di Computer City anda mempunyai pilihan untuk mendapat kebutuhan dan keperluan anda.  Berikut nama-nama Stand yang berada di Computer city. 

MISI COMPUTER, NUBALEMA, MAYAPADA, SOFTINDO, DEWA, POWER DIGITAL, HARGA DAENG, RAMA, BEST TRIWAY, BIENQ, BIG, PHONIX, TAPPI, TRIWAY, PROTON, DEA, VENETA, MASTER, AFADA, VICTORIA, MANAR, DMC, ZUY ACESSORIES, GIANT, MENTARI, ABADI, ZUY, DRC, ARTHA JAYA, MSI ( MJ ), FOCUS, ARINI, TAUFIQ, PRO ACTIVE, DIGITAL LAPTOP, BSC, NEW VISION, SAKTI, SURYA SANTANA, INFO TECH, AMANAH, CALISTA CAMERA SYSTEM, NEX, AMARIF, CAHAYA SURYA, STUDIO 44, HP CENTER, CELEBES, MULIA JASA, RAFHIE, ZAQI, KEDAI, BINTANG, ING PROJECT, RSC, SMART MEDIA, LASER, AUDIO, SAAB, DIGI, M2M PART, 99 COMP., SPYDER, PLANET, GEDE, MARAJA,  PUTERA, CALISTA, ZIYAN, PRO, ERLANGGA, SMART, YUCOMP, FATIN, QUEEN, VISIVART, MARVEL, MST, MATRIX, BENTENG, DJ, SARI UTAMA, EASY, 497, IFA, EPEL/SMILE, ADONARA, JURAGAN PRINT, AHNAF, ART COMP DAN OVI COMPUTER.

Nah dengan demikian tak salah lagi jika anda yang berada dikawasan timur Indonesia memilih Computer City sebagai tempat perbelanjaan anda dengan tepat.  Tak hayal sebagai pengunjung tentu akan mendapatkan pelayanan yang lebih ramah dan memuaskan baik dari segi Harga dan Jasa pelayanan Service. * A. Ms Hersandy  






Baca Juga ?

Social Icons