Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, 3 September 2018

Legalitas Yayasan Pendidikan Bombang Talluna Bira Siap Berkompetensi


Legalitas Yayasan Pendidikan Bombang Talluna Bira Siap Berkompetensi

Makassar, Koran Investigasi
SDIT dan SMP Mulai Dibuka Pendaftaran
Ketua Dewan Pembina Yayasan Bombang Talluna Bira, Amran Allobaji mengatakan bahwa sejak Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bombang Talluna Bira diterima segala berkas-berkasnya oleh Pemkot Makassar, dengan sendirinya lembaga pendidikan ini, sudah resmi dan siap berkompetensi dengan sekolah lainnya. Dikatakan Amran ada dua hal yang penting dalam suatu  sekolah yaitu kualitas dan kuantitas.
“Untuk keluarga besar Bombang Talluna Bira Karaeng Loe Ri Bira dan sekitarnya, disampaikan kepada kita semua yang anaknya persiapan masuk SD dan SMP, Yayasan siap memfasilitasi, dimana izin operasionalnya telah disetujui oleh Pemkot Makasssar,” ujarnya. 
Demikian disampaikan Amran seusai memimpin rapat pertemuan seluruh pengurus, para Guru Yayasan dan orang tua siswa yang digelar di Gedung SDIT Bombang Talluna Bira Jalan Salodong Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Makassar, Jumat pekan lalu.
Lanjut Amran,  banyak sekolah yang mengharapkan keberhasilan baik dari segi kualitas maupun dalam segi kuantitas. Dapat dikatakan bahwa kualitas dan kuantitas merupakan dua hal yang menjadi titik acuan untuk merefleksikan keberhasilan dari suatu sekolah. 
Kualitas menjadi tolak ukur yang memiliki hubungan dengan kemampuan atau kecerdasan siswa. Sedangkan kuantitas menyangkut tolak ukur yang memiliki kaitan dengan angka atau jumlah.
Mutu Pendidikan Diutamakan
“Sekolah memfasilitasi dengan kemampuan  bahasa Inggris dan Arab, hapal Alquran, Pintar mengaji, Sholat Fardhu dan sunat terjaga, demikian juga pintar Taekwondow dan Pamanca. Diajarkan gendang dan paraga tradisi Kerajaan Bira, serta teknologi, keterampilan,” ungkap Amran sebut kualitas yang perlu dibangun, belum terntu ada di sekolah lain.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah yaitu menyangkut sarana dan prasarana. Setiap sekolah hendaknya menyediakan sarana dan prasarana demi menunjang akan kebutuhan dari seluruh siswa. Dalam hal ini sarana dan prasarana menjadi syarat bagi tiap-tiap sekolah. 
Amran juga menyarankan kepada para guru agar tetap menjaga tetap mengedepankan kuantitas dan kualitas dari setiap siswa harus tumbuh kembang secara bersama. “Kualitas anak didik diutamakan dan diharapkan menjadi kebanggan kedua orang tua, bangsa, agama dan negaranya. Tabe perhatikanki masa depan anakta agar kelak tumbuh menjadi sosok pemimpin yang amanah cerdas dan berkepribadian mulia, bertanggungjawab  serta bertaqwa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Andi Syahruddin)

Tuesday, 28 November 2017

PAUD Agung Aras Dijamin Nyaman & Aman Anak




PAUD Agung Aras Dijamin Nyaman & Aman Anak

Makassar, Koran Investigasi
PAUD Agung Aras Eksis Dengan Guru Sarjana PAUD
PAUD Agung Aras yang berlokasi di Jl. Palapa II No. 49 Kompleks Telkomas Kel. Berua Kec. Biringkanaya, Kota Makassar KP. 90241 Telp.(0421)590960, berbatasan dengan Perumnas Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kelurahan Tamalanrea Kec. Tamalanrea, memiliki lembaga Yayasan Pendidikan Nurul Rosyid di dalamnya, antaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA).
Yayasan Pendidikan Yayasan Pendidikan Nurul Rosyiid merupakan tempat pendidikan  elegan dipandang dari sudut manapun, sehingga mereka orang tua/wali yang datang ‘jatuh hati’ karena prestisius  oleh tempat yang rapi dan apik, serta higienis tempatnya sehingga  mereka tulus serta ikhlas untuk menitipkan anaknya guna dibina/bimbing sesuai program pengajaran yang ada.
“Untuk membimbing anak di sini, kami mengambil sikap seperti keluarganya sendiri, sehingga anak-anak tidak terasa asing, dan bebas bermain bersama temannya. Dengan pendekatan kekeluargaan, lingkungan anak sehari-hari, membuat mereka nyaman dan aman,” jelas Rahmatia, S.pd  gamblang dengan senyum sambil melirik sesekali ke anak asuhannya.
Lanjut Sarjana PAUD jebolan UNM dengan predikat Cum Laude ini,  Pendidikan Anak Usia Dini sebenarnya memberikan kerangka dasar atau kata lain fondasinya bagi anak agar menyesuaikan diri dengan lingkungan, juga beradaptasi dalam pertumbuhan dan perkembangan berikutnya.
Lebih jauh dikatakan untuk memotivasi dengan rangsangan edukasi sejak dini sehingga dapat menumbuhkan bakat potensi tersembunyi yang terdapat pada anak. Seiring kemajuan perkembangan motorik nanti, dapat melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan potensi dan bakat yang dimiliki anak usia dini.
Sikap Orang Tua Berlebih Bisa Timbulkan Rasa Tidak Percaya Diri
Ada sebagian PAUD menjadikan orang tua/wali dasar berpijak, bahwa anaknya pintar berhitung atau sanggup menghitung dalam bahasa Inggris. Hal seperti itu katanya, menuntut capaian akademik yang memaksakan berpikir. Padahal tingkat intelegensi anak belum tentu sama dengan lainnya, sehingga yang terjadi anak jenuh  dan menjadi pemurung, rasa minder sesama temannya. Jika rasa tidak percaya yang muncul pada anak, semuanya bisa terjadi.
 Untuk itu kata kepsek yang sementara menyelesaikan semester akhir pada Strata dua PAUD (S2) di UNM, mestinya PAUD dikembalikan pada fungsinya yakni berperan dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di sekitarnya, kemudian ia sesuaikan dengan kondisi dan situasi dirinya sendiri sebagai pengenaan berbagai pola sikap, perilaku, kebiasaan, dan sifat orang di sekitar yang akan membantu anak untuk memahami aspek-aspek psikologis dari lingkungan sosial anak.
Dalam menumbuhkembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak dengan memberi suatu situasi atau lingkungan edukatif sehingga potensi-potensi tersebut dapat berkembang optimal dan bermanfaat bagi anak itu sendiri dan lingkungannya.
Selanjutnya, fungsi bermain, karena bermain merupakan hak anak sepanjang rentang hidupnya, melalui bermain anak dapat memperoleh banyak pengetahuan dan melalui kegiatan bermain neuron-neuron otak anak berkembang dengan sangat pesat.(Andi Syahruddin)

Tuesday, 25 July 2017

Isabella Muliawati Fawzi Comeback Ngajar



Isabella Muliawati Fawzi Comeback Ngajar

Jakarta, Koran Investigasi
     Sejak remaja Isabella Muliawati Fawzi presenter TV, penyiar radio dan bintang film ini sudah dekat dengan dunia anak-anak. Bahkan putri sulung pasangan selebritas Ikang Fawzi dan Marisa Haque ini pernah mengajar di Paud di dekat rumahnya di kawasan Bintaro Jakarta Selatan. 'Beberapa tahun lalu aku sempat ngajar Paud,  Indonesia Mandiri  School tahun 2008 lalu,"  Cetus wanita yang akrab di sapa Bella ini saat ditemui usai mengisi acara Program Aia Kids Care di SDN 1 Bendungan Hillir Jakarta Pusat Sabtu (22/7).
         Karenanya, ketika Bella diminta untuk mengedukasi anak-anak SDN 1 Bendungan Hillir untuk hidup bersih ia langsung menyanggupi.
         "Passion saya memang dunia pendidikan ya, makanya ketika Baznas dan AIA ngajak saya untuk mengedukasi anak-anak bagaimana pola hidup sehat dan bersih.Saya langsung hayo aja karena kangen juga ngomong di depan anak-anak," kata penyiar I radio dan Berita Satu tv ini.
          Bella memang begitu fasih dan lancar ketika menerangkan betapa pentingnya pola hidup sehat. "Dulu mamahku kan protektif banget sama anak-anaknya. Saking bersihnya dirumah kami nyaris ndak ada debu di peralatan rumah tangga. Mungkin itu yang membuat saya lancar menerangkan pentingnya hidup sehat ya? " tutup Bella sambil pamit mau siaran radio. (Mas Tris)

Tuesday, 19 July 2016

Burhanuddin Siagian Gembok Pagar SD Cinta Budaya



         
                             Burhanuddin Siagian Gembok Pagar SD Cinta Budaya
  
Deliserdang, Koran Investigasi
Pagar Sekolah Cinta Budaya yang berada di Jalan Medan Estate Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang, Sumatera Utara kini digembok. Pasalnya, sekolah tersebut diduga adanya permasalahan sengketa tanah seluas 2,3 hektar. Sengketa tanah itu terjadi antara mantan Pangdam I/BB, Mayjend TNI (Purn) Burhanuddin Siagian dengan pihak Yayasan Cinta Budaya. "Saya hanya ingin meminta hak saya. Tidak ada yang lain," kata Burhanuddin Senin (18/07/2016).
Untuk menghindari keributan, Kapolda Sumut Irjend Pol Raden Budi Winarso mengajak mantan Pangdam itu berdialog. Mereka terlihat duduk di pos jaga yang ada di depan sekolah. Sebelum penggembokan, pada Senin  pagi tadi, orangtua siswa yang meradang meneriaki Burhanuddin tidak punya hati nurani. "Bapak itu mantan petinggi TNI. Harusnya punya hati lah pak. Anak-anak kami sudah hujan-hujanan mau sekolah. Bapak tidak punya hati nurani," teriak sejumlah orangtua siswa di depan pagar sekolah.
Ratusan orangtua siswa yang anaknya sekolah di Yayasan Cinta Budaya itu mendobrak paksa pagar masuk sekolah yang digembok. Para orangtua dibantu sekuriti memukuli gembok pagar dengan martil. "Buka pagarnya. Jangan digembok. Anak-anak kami mau sekolah. Tolonglah pak," teriak ratusan orangtua siswa sembari mendobrak pagar.
Karena situasi mulai tidak kondusif, Kapolda Sumut, Irjend Pol Raden Budi Winarso langsung turun tangan. Ia menuju pagar di bawah guyuran hujan deras. "Kalian semua mundur, jangan ada yang memprovokasi. Saya perintahkan kalian untuk tenang," teriak Kapolda di halaman sekolah.
Melihat Kapolda meradang, jajaran perwira Polda Sumut dan Polresta Medan termasuk Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto dan Komandan Satuan Brimob, Kombes Nirboyo langsung berusaha meminta orangtua siswa untuk tenang. Kedua perwira tinggi itu tampak kewalahan menenangkan orangtua siswa.
"Mundur semua. Jangan ada yang mendobrak pagar lagi. Jangan ada yang mendorong-dorong pagar," kata Kapitalisasi.
Orang tua siswa yang hadir mengatakan, bahwa Burhanuddin hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan dituding tidak memiliki perasaan terhadap pendidikan. "Kalau bapak mementingkan pendidikan, tolong pagarnya dibuka. Jangan biarkan kami menunggu hujan-hujanan seperti ini," serentak orangtua siswa.
Siswa-siswi yang bernaung di Yayasan Cinta Budaya sekolah China bertaraf internasional itu masih menunggu di bawah guyuran hujan, dan anak-anak Sekolah Dasar Yayasan Cinta Budaya mulai basah kuyup. Seragam sekolah baru yang mereka kenakan sudah tampak kusam karena terlalu lama berdiri di bawah hujan deras. (Karmila)

Sunday, 20 March 2016

SMPN 4 Sape Bima Di Segel Warga



SMPN 4 Sape Bima Di Segel Warga

Bima, Koran Investigasi
Rabu, 17 Febuari 2016 pukul 08.30 wita telah terjadi penyegelan Sekolah SMP N 4 Sape yang dilakukan oleh pihak keluarga Almarhum Hama At Maria yang diwakili Maskur (Menantu Almarhum), 34 tahun, Islam, Swasta, Kec Parado Kab. Bima yang menggugat kembali tanah pergantian dari Pemda Kab. Bima atas tanah milik Almarhum yang sekarang sudah dibangunkan gedung SMPN 4 Sape Kab. Bima.
Akibat dari aksi penyegelan tersebut proses belajar mengajar di SMPN 4 Sape jadi terhambat. Alasannya, bahwa tanah pergantian dari pemerintah Kab. Bima yang berlokasi di So Kale'o, Desa Lambu itu, tidak ada berdasarkan keterangan dari pihak keluarga Almarhum Hama At Maria, serta berdasarkan surat keputusan dari Kepala Daerah tingkat II Bima nomor : 024 / 013 / Tahun 1999 tanah Hak Milik An. Hama At Maria yang berlokasi di SMP N 4 sudah diganti oleh Pemda Bima dengan persil tanah no.7 / II lokasi tanah yang terletak di So Kale'o dengan luas 5.000 m2 Kec. Lambu Kab Bima.
Adapun tuntutan dari pihak keluarga Almarhum Hama At Maria antara lain, Kami datang untuk mengambil kembali tanah kami yang diambil oleh pemerintah Kab. Bima sejak tahun 1999 sampai saat ini. Kami masyarakat awam yang sudah merasa ditipu oleh Pemerintah selama 17 tahun lamanya.
Kami masyarakat bodoh jangan sampai bertindak bodoh. Kosongkan tanah milik kami yang telah dipakai untuk pembangunan gedung Sekolah SMP N 4 Sape yang terletak di Desa Sangia Kec. Sape Kab. Bima selama belum ada kejelasan lokasi tanah penggantinya dengan kurun waktu selambat-lambatnya 1x24 jam, maka kami akan bongkar tembok yang berdiri di atas tanah kami. Dimana tanah pengganti milik masyarakat yang dipergunakan untuk lokasi pembangunan SMPN 4 Sape.
Segera diperjelas lokasi tanah pengganti milik masyarakat yang telah dipergunakan untuk lokasi pembangunan SMPN 4 Sape sekarang. Tidak adanya itikad baik yang diambil oleh pemerintah daerah Kab. Bima hari ini untuk menyelesaikan lokasi penetapan tanah pengganti dari Almarhum Hama At Maria yang digunakan untuk pembangunan SMPN 4 Sape.
Pukul 10.17 wita penyegelan gerbang sekolah SMPN 4 Sape kembali dibuka setelah dilakukan negosiasi oleh Unsur Muspika Kec. Sape dan akan mengupayakan penyelesaian secepatnya terkait permasalahan tanah tersebut dengan pemerintah daerah Kab. Bima. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman serta lancar dan dilakukan pengamanan oleh gabungan personil Polsek Sape di pimpin oleh Kapolsek Sape AKP Arifuddin, S.Sos.
Pada media ini Rabu 17/2, ketika selesai mediasi, 'kita sudah memberikan pengamanan agar tidak terjadi hal hal lain yang berkaitan dengan pidana,,masalah tanah itu,berkaitan dengan perdata,silakan klarifikasih di kantor badan pertanahan nasional dan pemda kab bima,Ungkap polsek.
Alhamdulillah, sudah menyimpulkan, untuk membuat pernyataan, dan bersama muspida untuk ke pemda Kab Bima,” ujarnya.
Dan pemerintah bisa menempatkan anggota,untuk mengendalikan hal hal yang tidak di inginkan, dan meminta kerja sama dengan seluruh madyarakat sape ini,agar tercipta kabtibmas dan ketertiban serta keamanan yang lebih aman lagi,” Ucap polsek.
Sekcam sape,Muhammad Akbar SP,M.Si,sudah menyimpulkan untuk bersama muspida akan bersama sama ke pemda kab bima,mereka menuntuk,lahan yang di bangun pada sekolah tersebut pada tahun 1999,sekalipun sudah di ganti oleh pemerintah pada saat itu,tetapi belum ada kejelasan lokasinya,Ucapnya. (Edi Mulyadin)

Baca Juga ?

Social Icons