Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Wednesday, 14 August 2019

Diduga Hasan Belum Tertangkap, Pelaku Pembunuh Rizal Ditikam Bertubi-Tubi


       
Diduga Hasan Belum Tertangkap, Pelaku Pembunuh Rizal Ditikam Bertubi-Tubi

Wajo, Koran Investigasi
Sungguh tragis nasib yang dialami Rizal, 37, beranak  satu Yaya,1,  penduduk kelurahan Dua Limpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo, bermaksud melerai kakaknya perempuan yang dipukul suaminya Hasan dengan babak belur, ternyata berujung maut bagi Rizal yang ditikam bertubi-tubi tanpa merasa iba atau kasihan.
Peristiwa mengenaskan  di siang bolong yang dialami Rizal dengan bersimbah darah, begitu singkat, ia roboh terkapar di belakang rumahnya sendiri dengan kurang lebih dua puluh satu kali tusukan mematikan di tangan Hasan iparnya sendiri, pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 lalu.
Kejadian mematikan ini, ketika wartawan ini bertandang ke rumah duka beberapa hari setelah peristiwa naas tersebut sempat menemui Rezki Isteri Almarhum Rizal menjelaskan , “Saya sedang duduk-duduk di kamar sama bapaknya Yaya (Alm Rizal) tiba-tiba terdengar  kakak perempuannya Alm Rizal (isteri Hasan) menangis karena dipukul sama suaminya, makanya Rizal turun ke rumah untuk menengahi, tidak lama kemudian saya juga turun dan sudah melihat suamiku terbaring ditikam,” jelas Rezki dengan menangis terisak mengenang suaminya ketika itu.
Ditambahkan,”Tadinya sewaktu saya turun melihat sudah ditikam dan mau menolong , malah saya juga diancam badik yang sudah berlumuran darah. Dan sedihnya saya,” kata Rezki, “Kemudian sekitar 15 menit sebelum kejadian, sempat Hasan minta uang sepuluh ribu untuk beli rokok, bahkan dia diberi lima puluh ribu rupiah sama bapaknya Yaya. Memang sering-sering kalau Hasan bertengkar dengan isterinya, selalu juga Alm Rizal turut membela kakaknya. Itulah mungkin sehingga Hasan sakit hati sama almarhum dan bahkan Hasan pernah mengingatkan kepada isterinya bahwa ia akan membunuh Rizal dan terjadi betul,” ungkapnya dengan kucuran air mata yang tak terbendung.
Masih kata Rezki,”Bahwa Kapolsek Maniangpajo AKP Agung Sapto Hidayat memanggil saya untuk diambil dataku satu minggu setelah kejadian dan menyampaikan bahwa pelaku sudah diketahui  titik-titik tempat persembunyiannya, berdoa saja supaya bisa ditangkap dekat-dekat hari ini”. (Anna)  

Tuesday, 5 December 2017

Penemuan Tengkorak Bayi Di Kota Bima



Penemuan Tengkorak Bayi Di Kota Bima

Bima, Koran Investigasi
Sungguh keji pelaku pembuangan bayi, yang telah diidentifikasi meninggal dua minggu lalu, ditemukan dalam bentuk  bangkai dibungkus sarung merah  Selasa (5/12, 2017) jam 08.15 Wita , berlokasi di Rt 22/08 Lingkungan Ule Kel. Jatiwangi.
Kronologis , Piket Polsek Asakota menerima info dari warga bahwa di Ling. Ule ada penemuan mayat bayi. Selanjutnya Kapolsek beserta anggota menuju TKP, tepatnya di dalam semak belukar ditemukan sarung berwarna merah dalam keadaan sudah terbuka dan di atasnya terdapat bangkai yang tidak berbentuk dan berbau busuk.
Menurut  Muslimin, 30, warga Lingk. Ule ke Polsek Asakota bahwa sekitar  07.30 yang bersangkutan  ke sekitar TKP dengan maksud hendak mencari buah Kinca, namun tiba-tiba melihat sarung warna merah yang dikerumuni lalat dan sebagiannya terkubur. Setelah itu, yang bersangkutan langsung kembali ke Kampung Serae dan mengabari warga. Bersama Bhabin Serae mereka kemudian kembali ke TKP dan membuka sarung tersebut sambil mengabari Polsek Asakota.
Yulianti ,38, Rt 04/02 Kel. Serae mengaku kalau dia mengetahui info dari  Muslimin dan langsung menelpon Bhabin Serae agar sama-sama ke TKP. Selanjutnya Bhabin Serae minta tolong ke tukang ojek agar mampir memberitahu di Polsek Asakota.
Atas keterangan kedua saksi tersebut dan untuk memastikan bangkai yang ditemukan, Kanit Reskrim Polsek Asakota membuat pengantar VeR di RSUD Bima dan membawa bangkai tersebut ke RSUD Bima.
“Tengkorat bayi tersebut ditemukan Muslimin warga setempat dalam semak-semak, saat mengambil buah kinca di sekitar pembuang sampah jalan lintas Melayu Kolo,” aku Kapolsek Asakota Kota Bima NTB, IPTU M Lutfi Hidayat.  
Lanjutnya, saat ini Kepolisian lagi mendalami dan menyelidik pelaku pembuang bayi tersebut. Demikian juga untuk jenis kelamin bayi masih diidentifikasi katanya.(Abd. Rahim, SH)

Wednesday, 15 November 2017

Pohon Pinus Hutan Lindung Bontocani Habis Ditebang Oknum Aparat



Pohon Pinus Berserakan Dalam Bentuk Tumpukan Siap Diangkut
Pohon Pinus Hutan Lindung Bontocani Habis Ditebang Oknum Aparat

Bone, Koran Investigasi
Aparat Kehutanan Kecolongan Jaga Hutan Lindung
Siapa yang berani memasuki kawasan hutan lindung? Akan berhadapan dengan Polisi Kehutanan. Lucunya, Penebangan kayu hutan secara serampangan  terus berlangsung dilakukan oleh oknum sekelompok masyarakat dengan terang-terangan dan terjadi dimana-mana di hutan lindung Kecamatan Bonto Cani, padahal dibawah pengawasan Polisi Kehutanan yang ketat.
Menurut masyarakat, mafia atau calo kayu seakan tak bergeming dengan kehadiran warga yang berlalu-lalang disekitarnya, sepertinya tidak mau tahu apa akibat yang dilakukan dengan penebangan kayu untuk ukuran bantalan. Tentunya habitat satwa flora dan fauna yang di dalam hutan paling terkena dampaknya, belum diperhitungkan kedepannya, resapan air pada saat hujan agar tidak banjir dan penampungan untuk air pertanian akan hilang secara sporadis.
Entah sampai kapan kehidupan keberlangsungan satwa yang ada di dalam hutan lindung, kalau tidak sekarang, kapan lagi distop pembalakan liar? Menurut sumber yang sempat dihimpun media ini di sekitar lokasi mengatakan bahwa kayu bantalan yang ada itu diperkirakan Kayu Pinus. penebang dan yang mengangkut ke jalan belum ada yang tau, padahal di daerah ini ada petugas kehutanan yang lebih  berhak menjaga hutan, katanya diduga ada main mata dengan oknum Polisi Kehutanan aparat.  
Mustahil penebangan pohon pinus di hutan lindung Kecamatan Bontocani Kab.  Bone, masyarakat setempat tidak mengetahui oknum yang melakukannya. Apalagi pohon pinus diangkut hingga dipinggir jalan, secara banatalan dan gelondongan.
Aparatur Tegas Dalam Bertindak Untuk Hutan Lindung
Terkait hal itu, media ini mencoba  menghubungi Kades Bontojai A. Alimuddin  dengan nomor ponselnya untuk mengkomfirmasi terkait adanya laporan warga  bahwa di Desa Bontojai ada juga penebangan kayu pinus, menurut Alimuddin, “Itu tidak ada, pembalakan hutan. Di Desa Bontojai ada pos penjagaan Polisi Kehutanan. Dan ada Pegawai kehutanan bagian penyuluh lapangan  yang tinggal  di Tanjung yaitu Masa, Uba alias  Jon, Kepala UPTD Kehutanan Kec. Bonto Cani. Jadi apanya lagi mau diragukan, Jon itu semua jenis kayu yang berasal dari kec. Bontocani yang rencana akan diangkut ke luar seperti Makassar dan daerah lain harus diketahui pak Jon. Apakah kayu itu berasal dari mana saja,   dari kebun masyarakatkah atau dari mana?” Sedangkan menurut  Jon disaat dihubungi  wartawan media ini belum lama dikediamannya di Tanjung Kelurahan Kahu,   guna klarifikasi terkait adanya informasi  bahwa ada penebangan kayu pinus yang diduga dari hutan yang dilindungi oleh negara.
“Tidak ada masyarakat yang menebang kayu untuk ukuran bantalan,” katanya diplomatis.
Lanjutnya, tidak terlalu mengurusin kayu, apalagi mengetahui kayu yang mau diangkut ke Makassar atau ke daerah lain. Dengan spontan media ini ajukan pertanyaan, seperti apa kerjaan pak Jon selama ini, ”Begini-begini saja,  karena kami itu di bawah naungan  oleh Dinas Kehutanan,”.
Ironisnya, hutan lindung yang dilindungi negara dengan kordinasi beberapa instansi di dalamnya, kendor dalam pengawasan terhadap hutan dalam pengawasan negara. Buktinya, kayu pinus dan jenis lainnya gelondongan dalam bentuk bantalan di pinggir jalan bertumpuk sebanyak 8(delapan) kubik dibiarkan berserahkan. (Darwis Makaroda)                            

Friday, 6 October 2017

Gunakan Sensor Otomatis SRD Curi Susu Di Aeon Ritail



Gunakan  Sensor Otomatis SRD Curi Susu Di Aeon Ritail

Jakarta, Koran Investigasi
Dengan menggunakan alat sensor otomatis wanita muda mencuri susu di Aeon Ritail Indonesia. Dengan mudah pelaku berhasil membuka seling pengaman kaleng.

Pencurian itu digagalkan oleh anggota satuan pengamanan (Satpam), 
Pusat perbelanjaan itu berlokasi di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur.

SRD (20) terekam CCTV saat beraksi dengan membawa tas diduga berisi susu hasil curian yang telah dibuka pengamannya untuk menghindari sensor pintu keluar pengunjung. 

Menurut keterangan Kapolsek Cakung, pencurian terjadi pada Hari Selasa (3/10) sekitar pukul 16.00Wib. Pelaku tidak sendiri saat beraksi dan dibantu oleh kedua orang rekan pria yang identitasnya telah dikantongi serta tengah diburu oleh anggotanya. 

" Kejadian hari Selasa, 3 September 2017. Pukul 16 Wib.Tersangka SRD (wanita) dan Kiki serta Max (pria) DPO. Barang bukti sebuah alat sensor otomatis dan tas lipat hitam motif merah kuning," jelas Komisaris Polisi Sukatna, SH kepada wartawan, baru-baru ini.

Pihak kepolisian juga mencatat laporan pencurian pada pusat pembelanjaan itu dengan Laporan Polisi No. Pol: 82/K/X/Sek. Ck. 
Dan saksi-saksi yang berprofesi sebagai security turut dimintai keterangan bernama Deni Asmara, Agus Budiyanto dan Yulia Siska Putri.

Melalui pesan tertulis terang Sukatna, pelaku telah berulang kali melakukan tidakan serupa dan telah terekam CCTV.
Diperkirakan Aeon Ritail menderita kerugian senilai Rp. 29.000.000,- atas kejadian pencurian itu.

" Tindakan yang dilakukan menerima pelaporan, mengamankan pelaku, memeriksa saksi-saksi, menyita barang bukti dan mengembangkan DPO. Pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP," imbuhnya. (Dw)

Monday, 12 June 2017

Karang Taruna Parangloe Eksis Sosial Kemasyarakatan



Karang Taruna Parangloe Eksis Sosial Kemasyarakatan
Makassar, Koran Investigasi
Satu lagi terobosan diinisasi oleh Karang Taruna  Kelurahan Parangloe, Kec. Tamalanrea yang mendapatkan jempol bagi semua pihak, tak tekecuali pemerintahan keluarahan dan kecamatan. Demikian juga Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Ir. Mahmud La Kaiyya, menurutnya sangat surprise baginya dengan ‘Gerakan Sepuluh Ribu (GSR), Kita Peduli, Kita Berbagi’.
Gerakan sosial kemasyarakatan didukung pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, dan dimotori oleh anak-anak kreatif  Kel. Parangloe untuk mendonasikan paket ‘Semarak Ramadhan 1438 H, yang  telah didapatkan dari para dermawan, baik di Kota  Makassar, maupun luar Makassar, serta bahkan ada datangnya dari luar negeri kata Muslim, SE, M.Ak, Ak, CA, Ketua Karang Taruna Kel. Parangloe.
 Mendapat apresiasi positif masyarakat, maka Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti, SIP, dalam kata sambutannya berharap agar acara serupa juga bisa dilaksanakan di luar Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan-kegiatan yang mendukung program pemerintah kota untuk masyarakat, akan disupport katanya. Dan organisasi lainnya mendapatkan inspirasi dari kegiatan yang positif tersebut.   
Sambutan  kedua dilanjutkan Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Ir. Mahmud La Kaiyya, dalam hikmah Bulan Suci Ramadhannya, mengulas ajakan Camat Tamalanrea bahwa ada dua yang harus dipedomani dimana hadist dan Al Qur’an jadi tuntunan bagi semua umat manusia.
Lebih jauh  Mahmud La Kaiyya menyanjung Kaharuddin, selain memiliki ilmu agama, juga pengetahuan akademisi, seperti pemerintahan atau  lainnya yang dapat dipertimbangkan untuk menjadi kerangka acuan.
“Terimakasi kepada Pak Camat Tamalanrea yang mendukung Karang Taruna Parangloe untuk lebih eksis beraktifitas. Saya bangga pada Pak Camat Tamalanrea, selain punya pengatahuan agama luas, juga memiliki disiplin ilmu lainnya, sehingga dapat dicontoh,” ungkap  Mahmud La Kaiyya dalam penyampaiannya kepada hadirin di Semarak Ramadhan di Jalan Baruga Sejahtera, Kampung Bontoa, Kel. Parangloe, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Senin (12/6).
Disampaikan lagi, bulan yang penuh berkah, cinta kasih dengan berbagi terhadap sesama,  tentu sangat menyejukkan jiwa, karena hakekatnya kebahagiaan jiwa dengan saling berbagi terhadap sesama. Meski acaranya sederhana, namun sangat penting di ambil hikmahnya. Karena  berbagi tidak hanya bisa di lakukan di Bulan Suci Ramadhan, namun di bulan-bulan lain, juga dapat di lakukan.
Mereka yang hadir, Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti, SIK,  Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Ir. Mahmud La Kaiyya dan Anggota DPRD Kota Makassar, yang juga Ketua LPM, Abd Wahid, mantan Ketua LPM Parangloe, Abd. Rahman, masing-masing  menyerahkan secara simbolis bantuan Al Quran untuk semua Masjid di Parangloe, selain itu ada paket Sembako dan sarung kepada warga pra sejahtera.
Juga nampak hadir Plt Lurah Parangloe, Kamsidin Arib, Ketua Karang Taruna Parangloe, Muslim, Binmas dan Babinsa, dan sejumlah tokoh masyarakat Parangloe, termasuk Ketua RW. 01.(Andi Syahruddin)



Baca Juga ?

Social Icons