Showing posts with label Halaman Utama. Show all posts
Showing posts with label Halaman Utama. Show all posts

Friday, 22 December 2017

Banjir Rugikan Warga Langkeang Maros



Banjir Rugikan Warga Langkeang Maros

Maros, Koran Investigasi
Banjir tahunan meremdam kembali pemukiman Warga Langkeang Kel.  Mattirodeceng, Kec. Lau Kab. Maros. Hujan mengguyur selama 5 hari  membuat Sungai Balombong meluap,  mengakibatkan jalan akses warga terputus  keluar ke Kota Kabupaten Maros. Sehingga kalau mereka ingin bepergian ke kota, harus memutar jauh puluhan kilometer (22/12).
Banjir ini juga menenggelamkan ratusan hektar persawahan & tambak ikan yang sudah di tanami, sehingga para warga takut nanti jika tanamam mereka rusak karena terendam banjir selama 5 hari. Belum ada tanda-tanda, upaya pemerintah untuk menyelamatkan atau mengganti bibit padi dan ikan atau udang warga yang mengalami kerugian warga.
"Banjir ini terjadi setiap tahunnya dan pada saat banjir kita harus memutar agar bisa smpai ke Kota Maros" ujar warga yang mengeluh tanpa adanya upaya maksimal mencegah banjir tahunan sekaligus bencana bagi warga Langkeang.
Tambahnya lagi,"Sungainya sudah dikerja serta digali tapi, tapi masih saja banjir bandang," sambung warga yang lain, mereka berharap agar pemerintah setempat dapat membantu agar mengurangi pontensi banjir di kampung mereka dan mereka tidak harus lagi memutar jauh ketika ingin ke Maros Kota.
Begitupula dengan bencana banjir yang dialami para petani, mereka berharap kedepannya di daerahnya tidak ada lagi banjir tahunan yang dapat menghilangkan mata pencaharian mereka. Katanya, belum bisa dipastikan berapa kerugian petani. (Muhammadong)

Tuesday, 19 December 2017

Peserta Sosialisasi Narkoba di Polman Diharuskan Bayar



Peserta Sosialisasi Narkoba di Polman Diharuskan Bayar

Polman, Koran Investigasi
Indonesia masih dalam situasi darurat narkoba, untuk itu sangat penting dan menunjang program pemerintah pusat soal pemberantasan narkoba. Namun sungguh disayangkan sosialisasi penyalagunaan narkoba, yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, peserta diharuskan membayar bagi guru serta kepala sekolah.
Belakangan setelah undangan beredar ke sekolah, terdengar informasi peserta diharuskan membayar, sontak para guru dan kepsek kaget dan protes serta mengundurkan diri untuk tidak ikut sosialisasi. Dalam setiap pembayaran dilakukan secara bervariasi yakni mulai dari 250-300 ribu rupiah per peserta katanya.
Dari beberapa informasi yang dihimpun, tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah kaget dan banyak yang tidak mau mengikuti kegiatan sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dikarenakan pembayarannya terlalu tinggi tiap peserta, salah satu kepala sekolah yang temui media ini menjelaskan bahwa surat yang disampaikan ke sekolah itu tidak di lampirkan masalah  pembayaran. Dan kegiatan tersebut di pusatkan di SMA 2 Polewali.
Dalam isi surat itu di sampaikan bahwa, “Guru olahraga diharapkan hadir 14-12-17 pada Jam 08 Pagi dan menyusul kepalah sekolah pada Pukul 14 (jam 2 siang) Siang,” jelas kepala sekolah yang minta dirahasiakan identitasnya.
Ditambahkan kepala UPTD Pendidikan Polewali Hamka B. Tau, S.Sos, M.Si. menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini memang pernah kami disampaikan sebelumnya, namun tidak dijelaskan kalau ada pembayaran secara bervariasi setiap peserta,” Ungkapnya, saat di temui media ini di ruang kerjanya.
Kepala UPTD Polewali Rapat mendadak dan menyampaikan ke setiap kepala sekolah Tingkat TK dan SD di Kecamatan Polewali, “Kalau Anda mampu silahkan bayar, kalau tidak agar kiranya jangan di paksakan”. (Sudirman)

Sunday, 17 December 2017

Cor Talut Tanpa Dukungan Dana Desa Parangina & Aparatnya



 Cor Talut Tanpa Dukungan Dana Desa  Parangina & Aparatnya   
        
Bima, Koran Investigasi
Warga Petani Mosi Tidak Percaya Ke Aparat Desa Perangina
Masyarakat Desa Parangina Kec Sape Kab. Bima NTB, antusias gotong royong membangun talut,  penyambung irigasi, meski  tak mendapat dukungan dari dana desa dan kecamatan, serta aparatnya. Dana didapatkan dari  swadaya guna  perbaikan talut yang patah sejak musim hujan awal Tahun 2017 lalu.
Pelaksanaan cor talut dan penyambung saluran irigasi So Lati dengan So Tolo Mbaa, So Lewi Bajo dan So Tolo Jawa sepanjang 5 M dan lebar 1 Meter lebih, dengan sayap kiri-kanan 40 meter, hingga berita ini diturunkan baru  masing-masing 20 meter, padahal sudah seminggu kegiatan berlangsung belum juga selesai (Kamis, 14/12.2017).
Dana swadaya warga sebesar 10 juta dan di bantu  50 zak semen oleh pemda, sementara bahan material batu serta pasir diambil dari sungai terdekat, supaya terlaksana cor gantung talut serta membangun berapa meter sayap, diperkirakan  kegiatan tersebut menelan anggaran Rp 25 juta, termasuk membangunan sayap kiri-kanan, agar tidak terkikis oleh banjir.
 "Talut Penyambung ini merupakan saluran utama untuk ketiga So, dengan  luas areal dialiri 200 Ha.Tentu berguna pada musim tanam padi dan bawang merah di awal Tahun 2018," keluh H. Harun tokoh masyarakat dengan nada kecewa terhadap pemerintah desa.
Soalnya ketiga  kelompok tani menantikan partisipasi aparat desa-tak juga kunjung datang, akhirnya masing-masing Ketua Kelompok Tolo Mba'a,  Ketua Kelompok Lewi Bajo Raya Mura, Bunyamin dan Ketua Kelompok Tolo Jawa, mewakili Hajairin mengatakan dengan menyayangkan kelakuan aparat desa, kegiatan warga tanpa perhatian dari  pemerintah desa setempat. Padahal nyata-nyata kebutuhan warga yang mendesak, diperlukan baik dukungan moril maupu finansial.
Ketidak percayaan  masyarakat, membuat mosi tidak percaya terhadap keberadan oknum-oknum aparat di Desa dan BPD Parangina Kec Sape Kab. Bima NTB. Mereka menganggap tidak berkomitmen kepada kepentingan masyarakat, hanya mementingkan diri dan kelompoknya saja katanya.
Gotong Royong Tidak Terjalin Antara Aparat & Warga Tani
“Masyarakat tidak boleh takut lagi, terhadap kebobrokan pada aparat desa, padahal jelas sudah diusulkan pada musrembangdes, tetapi tidak di cantumkan oleh BPD dan Aparat desa setempat," ujar Ketua Kelompok  Tani tadi beserta anggota saat kegiatan pengerjaan pembangunan talut di lokasi.
Menurut warga tani, Ketua Poktan beserta anggotanya mengingatkan, kepada pemerintahan desa, supaya memperhatikan dan serius terhadap aspirasi masyarakat, mengedepankan koordinasi, supaya terjalin komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat, sehingga tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat katanya. (Edi Mulyadi)

Sunday, 10 December 2017

Petani Bima Dipaksa Beli Pupuk Petrobio



Petani Bima Dipaksa Beli Pupuk Petrobio

Bima, Koran Investigasi
Petani Selalu Dalam Posisi Tawar Paling Rendah
Memasuki masa tanam Januaari 2018, pada akhir Tahun 2017 ini, masyarakat petani penggarap sawah Kab. Bima sudah mulai riuh rendah  menyuarakan ketidakadilan di tengah masyarakat. Sejak musim panen raya tiba, petani disibukkan dengan harga gabah rendah, kini pupuk bersubsidi Urea sengaja dilangkakan oleh para spekulan yang ada di Kota Bima dan Kab. Bima, sehingga bisa mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dari petani.
Ironisnya pupuk langka di akhir Tahun 2017, pupuk Urea dijual Paket dengan Petrobio Non Subsidi dengan harga tinggi, jika petani tidak mau Petrobio jangan harap mendapatkan pupuk bersubsidi Urea. Berkali-kali para petani katakan bahwa uang mereka tidak cukup untuk membeli Petrobio, namun agen tidak menerima alasan karena keuntungan yang menjanjikan tadi.
Dengan terpaksa para petani membeli untuk memenuhi persediaan pupupknya masa tanam Januari 2018, meski ia mengetahui ‘dikadali’ para spekulan pupuk dengan harga tinggi. Bayangkan saja katanya pupuk bersubsidi Urea dibandrol Rp 100ribu(seratus ribu rupiah) padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) @Rp 90.000,-.per zak (50 kg). Jika diambil 2(dua) zak  berarti petani harus keluarkan Rp 200ribu.
Harga Pupuk Seenaknya Ditentukan Oknum Distributor
Belum pupuk non subsidi Petrobio yang diharuskan petani mengambilnya dengan harga Rp 100ribu untuk ukuran kemasan 5(lima) kg, jika hendak mengambil pupuk bersubsidi Urea. “Belakangan harga pupuk Petrobio diturunkan harganya menjadi Rp 80ribu karena mendapatkan protes petani, padahal sudah banyak petani telanjur mengambilnya dengan harga tinggi,” ungkap petani yang tidak mau disebutkan identitasnya. 
Meski begitu, petani tetap berjubel antri di depan agen pengecer di masing-masing desa untuk membeli pupuk guna mengamankan stock pupuknya, mereka khawatir terjadi kelangkaan pupuk di Januari 2018 mendatang, seperti yang terjadi di UD Oi Jangka Desa Parangina Kec. Sape Kab Bima pada Jumat (08/12/2017). Pada pukul 13.00 Wita, warga berebutan hingga cekcok mulut untuk mendapat pupuk Urea bersubsidi senilai Rp 100.000 per zak. Sekadar diketahui pupuk subsidi yang diterima oleh UD Oi Jangka sebanyak 8,5 Ton ludes habis ketika diserbu oleh warga.
Penjualan serupa di agen pengecer UD Usaha Tani, pada pukul 16.00  membagikan pupuk kepada masyarkat, dengan sistem penjualan paket, 2(dua) zak Urea dan 1(satu) bungkus pupuk Petrobio dengan harga paket Rp 280.000. Kedatangan pupuk ini, lewat rekomandasi petugas pertanian dan Rencana Definitif  Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Warga sangat menyayangkan para agen pengecer menjual pupuk bersubsidi dengan sistem paket mencapai Rp 300.000, dengan rincian  1 bungkus Pupuk Petrobio  berisi 5 Kilogram(Kg) non subsidi di bandrol harga Rp 100.000 dan 2 zak Urea bersubsidi di hargai @Rp 100.000 per zaknya.
Sementara Ditempat lain, seorang warga yang tidak mau  namanya disebut,  menyampaikan pada media ini di lokasi, ia membeli paket pupuk di desa lain di waktu yang sama, sebesar Rp 125.000 terdiri dari 1 zak Urea dan 1 bungkus plastik pupuk petrobio berisi 2 kilogram. “Saya jadi bingung, kenapa terjadi perbedaan harga antara satu agen dengan agen lainnya,” katanya dengan serius.
Di lokasi yang sama, warga lain tanggapi kelakuan spekulan, namun sebelumnya ia berpesan agar identitasnya  dirahasiakan. Mengaku menghubungi orang tertentu, “Ia beritahukan saya, bahwa pupuk petrobio 1 bungkus berisi 5 kg berharga 40.000 saja, dan jika dijual Rp 100.000, mencapai 120 porsen dari harga semula, ” ungkapnya menerka-nerka oknum distributor mempermainkan harga.
Menanggapi harga pupuk di tengah masyarakat, Sekretaris KUPT Pertanian Kec. Sape,  Ir. Abdul Haer di lokasi, "Pihaknya hanya memantau pupuk Urea yang bersubsidi saja, dengan harga jual Rp 100.000 per zak, masih berkatagori harga yang wajar, belum ke harga tidak wajar, sekalipun harga HET nya sekitar  Rp 90.000 per zak Urea tersebut. Dan kami sudah koordinasi dengan pemilik agen pengecer UD Usaha Tani dan Oi Jangka, supaya menjual petrobio kurang dari 100.000, tidak terlalu memberatkan masyarakat”.
Lanjutnya, "Pupuk yang masuk di Kec. Sape untuk bulan ini, sebanyak 200 ton. Seperti di UD Oi Jangka mendapat jatah 10 ton, dan yang di angkut sekarang 8,5 Ton. Itu disesuaikan muatan mobil, jadi tersisa 1,5 ton. Serta untuk UD Usaha Tani sebanyak 15 Ton, dan di muat dua kali,” ungkap Sektaris KUPT.
Pada pukul 18.30 pemilik UD Oi Jangka, pada media ini harga paket 2 zak Urea dan 1 Petrobio sudah di kurangi menjadi Rp 280.000, atas saran dari petugas pertanian dan berkoordinasi juga dengan distributor utama di  Kota Bima.
Pembagian pupuk pada hari Jumat (08/12/17) ba'da Sholat Jumat di UD Oi Jangka dan sorenya di UD Usaha Tani, di pantau langsung oleh  Syahruddin, SP, Kepala KUPT, Sekretarisnya, Ir. Abdul Haer, juga staf nya bernama Ismail bersama Babinsa Desa Parangina Kopda Aladin.( Edi Mulyadi)

Wednesday, 29 November 2017

Verrell Bramasta Aktor Utama Paling Ngetop SCTV



Verrell Bramasta Aktor Utama Paling Ngetop SCTV

Jakarta, Koran Investigasi
SCTV Apresiasi Dunia Hiburan
SCTV secara konsisten memberikan apresiasi kepada seniman hiburan di layar kaca Tanah air. Karena hiburan mengalami pasang surut maka pemenangnya pun pergeseran yang tajam. Semisal Aliando Syarief tidak lagi sebagai idola remaja jaman now terbukti tidak lagi diganjar trofi Aktor Utama Paling Ngetop dan berpindah ke koleganya Verrell Bramasta, pun dengan kategori musik, Wali, Noah yang biasanya bertengger kini kalah bersaing dengan Armada band. Band Armada berhasil meraih penghargaan untuk kategori Band Paling Ngetop. Band asal kota Palembang ini berhasil mengalahkan  Geisha, Noah, Setia Band dan Wali.
         Pencapaian tersebut  melengkapi prestasi band Armada tahun 2017. Oktober silam mereka juga terpilih sebagai band terbaik pada ajang Anugerah Planet Musik Singapura. Selain jumlah penonton videoklip karya mereka yang masih terus bertambah, hingga kini sudah lebih dari 189 juta viewers.
"Alhamdulilah, kalau dibilang ini tahun paling gemilang, ya bisa dibilang seperti itu. Dilihat dari viewers YouTube, juga beberapa penghargaan yang mampir ke basecamp kami, bisa dibilang ini tahun yang paling gemilang dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Rizal usai menerima pengharagaan di studio Emtek, Jakarta Barat, Rabu (29/11).
         Hingga kini band Armada sudah menelurkan 5 album. Berbagai judul lagu karya mereka mendapat apresiasi dari penggemarnya. Sebut saja,  Buka Hatimu, Mau Dibawa Kemana, Pergi Pagi Pulang Pagi dan Asal Kau Bahagia.
        “Dapat penghargaan itu kayak apresiasi yang baik aja. Selama 10 tahun berkarya, apresiasinya bagus terus. Jadi penghargaan ini kayak bonus buat kami,” tambahnya.
        Dalam gelaran ini, penyanyi pendatang baru Via Valen terpilih menjadi Penyanyi Paling Ngetop, sementara Natasha Wilona menjadi Aktris Utama Paling Ngetop.
Daftar Lengkap Pemenang SCTV Awards 2017
1. Verrell Bramasta - Aktor Utama Paling Ngetop
2. Immanuel Caesar Hito – Aktor Pendamping Paling Ngetop
3. Natasha Wilona – Aktris Utama Paling Ngetop
4. Megan Domani – Aktris Pendamping Paling Ngetop
5. Via Vallen – Penyanyi Paling Ngetop
6. Armada – Band Paling Ngetop
7. Andhika Pratama – Presenter Paling Ngetop
8. 123 pada sinetron Jodoh Yang Tertukar - Soundtrack Sinetron Paling Ngetop
9. Anak Langit – Sinetron Paling Ngetop
10. Service Cinta Montir Cantik – FTV Paling Ngetop
11. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! – Film Layar Lebar Paling Ngetop
12. Hot Shot – Infotainment Paling Ngetop
13. Indomie Versi 45 Tahun – Iklan Paling Ngetop (Tebe)

Baca Juga ?

Social Icons