Showing posts with label Sorotan. Show all posts
Showing posts with label Sorotan. Show all posts

Sunday, 26 August 2018

Kurban Forwan Bantu dan Berdayakan Warga Parungkuda Sukabumi


Kurban Forwan Bantu dan Berdayakan Warga Parungkuda Sukabumi

Sukabumi, Koran Investigasi
Dalam rangka perayaan Idul Adha tahun ini Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), PT. Kino Indonesia Tbk, Nagaswara dan Pro Aktif menggelar kurban lima ekor kambing dan santunan 93 anak yatim di Bojongkokosan, Parung Kuda, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/8).
 "Alhamdulillah Forwan dititipkan amanah penyaluran tiga ekor kurban tiga kambing dari BAZNAS dan dua ekor kambing dari PT Kino Indonesia Tbk. Selain itu Agi Sugiyanto selaku Dewan Pertimbangan Forwan juga berpartisipasi dalam santunan kepada 93 anak yatim," ujar D Novriansyah, ketua pelaksana panitia Tebar Kurban Duafa Forwan usai acara.
Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta menyebut jika apa yang dilakukan Forwan sejalan dengan program yang tengah dilakukan pihaknya.
"Acara ini sejalan dengan program BAZNAS yang memiliki program 'Kurban Berdayakan Desa’ dan diharapkan dapat membuat ekonomi di desa tumbuh dan berkembang," ujar Arifin.
Sementara itu, Agi Sugiyanto melihat sinergi Forwan dengan Pro Aktif dalam menggelar pelaksanaan kurban dan santunan kepada anak yatim ini sebagai sebuah sinergi positif yang patut terus dipertahankan.
Kegiatan ini adalah bentuk dukungan saya pribadi terhadap setiap kegiatan charity yang dilakukan teman-teman Forwan," ujar produser Pro Aktif ini.
Agi menambahkan, kegiatan yang dilakukan Forwan seperti santunan dan kurban bisa menjadi motivasi bagi pihak lain untuk mendorong berbuat kebajikan untuk sesama.
Sutrisno Buyil selaku ketua umum Forwan besyukur setiap kegiatan sosial yang dilakukan Forwan bisa terlaksana dan menginspirasi banyak pihak.
"Ini mendorong Forwan untuk terus meningkatkan kegiatan sosial lainnya di tengah kesibukan para jurnalis sehari-harinya," pungkas Sutrisno Buyil.
Acara ini juga didukung oleh Nagaswara dan Maxima Pictures.(Boeyil)

Saturday, 4 August 2018

Kemenpar Gelar Outbound dengan Jurnalis


Kemenpar Gelar Outbound dengan Jurnalis

Bandung, Koran Investigasi
Dalam rangka peningkatan pemahaman bidang pariwisata. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar acara outbound dengan 50 jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di kawasan wisata Rancabali, Ciwidey, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu hingga Jumat (1-3/8/2018). Kegiatan yang dikemas dalam tema “Peningkatan Pemahaman Bidang Pariwisata Bagi Jurnalis  Tahun 2018” ini sebagai ajang meningkatkan tali silaturahmi dengan para jurnalis sekaligus mengenalkan wisata nomadik (nomadic tourism) yang ada di kawasan Kabupaten Bandung, Jabar.
       Nomadic Tourism berupa glamp camp, home pod, dan caravan  menjadi salah satu program terobosan yang dilakukan oleh Kemenpar bersama stakeholder pariwisata (para pelaku bisnis) dalam memenuhi tuntutan pasar atau permintaan wisatawan serta untuk mengatasi keterbatasan tersedianya amenitas sebagai unsur penting dari 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) di daerah tujuan wisata yang mengandalkan unsur budaya (culture), alam (nature), dan  buatan manusia (manmade). 
      Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai nomadic tourism memiliki value ekonomi tinggi  dan treatment-nya juga relatif mudah sehingga menarik para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnis ini terutama untuk aksesibilitas dan amenitasnya karena konsep ini cepat memberikan keuntungan komersial. Menurut rencana Kemenpar akan mengembangkan nomadic tourism di empat destinasi prioritas; Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur yang nantinya akan menjadi pilot project.
      Sisi lain nomadic tourism,_ khususnya untuk amenitas seperti glamorous camping atau glamping/glamp camp banyak diminati para traveller dunia sebagai salah satu pilihan selain hotel berbintang. Fasilitas glamping mulai dikembangkan di sejumlah destinasi unggulan di Tanah Air seperti Bali, Lombok, Jawa Barat, dan Belitung  sekaligus sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisatawan ke Indonesia yang tahun ini mentargetkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2018.
     Sementara Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, kegiatan outbound dengan jurnalis menjadi kegiatan tahunan Komblik yang pada kegiatan tahun ini sedikit berbeda karena para peserta menikmati langsung fasilitas Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey sebagai salah satu daya tarik obyek wisata yang sedang nge-trend terutama di kalangan wisatawan generasi milenial. “Kegiatan outbound dengan jurnalis anggota Forwapar tahun ini sengaja kita pilih di obyek wisata Glamping Lakeside  Rancabali Ciwidey agar lebih memahami dan merasakan apa itu wisata nomadik serta mengenalkan potensi pariwisata di     
       Kabupaten Bandung kepada masyarakat,” kata Guntur Sakti, seraya mengatakan Menpar Arief Yahya sangat concern terhadap wisata nomadik ini selain karena treatment-nya relatif mudah; mempunyai prospek bisnis yang cerah; juga memiliki pasar  yang besar di mancanegara.
        Menurut data jumlah backpacker  atau wisatawan kelana di seluruh dunia mencapai 39,7 juta terbagi dalam 3 kelompok besar;  flashpacker atau digital nomad sekitar 5 juta orang yang  menetap sementara di suatu destinasi sembari bekerja; glampacker atau milenial nomad  sekitar 27 juta orang dengan mengembara di berbagai destinasi dunia yang instagramable; dan luxpacker atau luxurious nomad sebanyak 7,7 juta orang lebih suka mengembara untuk melupakan hiruk-pikuk aktivitas dunia. Para luxpacker ini lebih menyukai fasilitas amenitas glamping di kawasan wisata alam; danau, pegunungan, pantai, atau sungai.
         Kegiatan outbound Biro Komblik Kemenpar dengan 50 jurnalis anggota Forwapar antara lain diisi dengan aktivitas tim building di Ranca Upas Camp, kunjungan wisata ke Orchid Forest Cikole,  Teras Bintang & Baklon Camping Adventure untuk berburu sunset,  kebun teh, dan green forest,  serta temu dialog, Kadisparbud Kab. Bandung H. Agus Firman Zaeni, serta perwakilan manajeman glamping lakeside rancabali Lutfi Naufal. Pada kesempatan itu juga dilakukan lomba foto diantara para jurnalis dengan obyek wisata sekitar Ciwidey dan seputar Glamping Lakeside Rancabali Ciwidey. (ThressNo)

Setelah Puasa 7 Tahun Rahayu Kertawiguna Mulai Petik Buah Manis


Setelah Puasa 7 Tahun Rahayu Kertawiguna Mulai Petik Buah Manis

Jakaarta, Koran Investigasi
      Ditengah kesulitan pasti ada jalan untuk kebahagiaan, hal itu yang diyakini Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara musik. Setelah tujuh tahun 'puasa' menikmati kesuksesan penyanyi dibawah manajemennya.  Akhirnya Nagaswara mulai menuai buahnya.
        Diawali Dari kesusksesan tembang Syantik yang dilantunkan pedangdut Siti Badriah, membuat gairah Rahayu untuk mengeluarkan album karaoke kompilasi dengan label New Funtastik Hitz.
        "Kami ingin  mengisi kekosongan album karaoke, apalagi yang bisa digunakan untuk aerobik dan senam. " Ujar Rahayu saat peluncuran album karaoke yang diisi penyanyi beken orbitan Nagaswara, Fitri Carlina, Siti Badriah, Zaskia Gotik, Uci Sucita, Meggy Diaz, Duo Anggrek, Hesty Klepek Klepek,
         Fenomena lagu Syantik perlu didorong dengan peluncuran album karaoke yang lebih heboh."Kami melihat kebosanan di musik dangdut yang dikuasai genre koplo sebagai sebuah peluang memunculkan genre dancedut. Kami coba menciptakan genre baru yang enak dan asyik untuk dinikmati penikmat musik Indonesia dan ternyata kehadirannya bisa diterima dan sangat menghibur masyarakat,” ujar Rahayu
      Untuk itu Nagaswara kembali meluncurkan album kompilasi terbaru yang diberi nama ‘New Funtastik Hits’, yang merupakan album VCD Karaoke & Senam Aerobik, yang dibawakan oleh sejumlah artis, seperti : Zaskia Gotik, Fitri Carlina, Duo Anggrek, Bebizy, Hesty Klepek Klepek, Sherly Mey, Ratu Idola, Meggy Diaz, Ucie Sucita, Denias dan Susi Ngapak.
“Album kompilasi ini kita buat berbeda dari yang sebelumnya, sebagai wujud eksistensi dari kami untuk terus berkarya dan menghibur masyarakat luas, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ucap dewan kehormatan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) ini.         
         Rahayumenambahkan album VCD Karaoke yang diluncurkan yaitu VCD Top Hits Karaoke berisikan lagu-lagu Nagaswara di seluruh Indonesia yang menjadi juara dan album VCD Karaoke Dancedhut New Version 2018 berisikan lagu-lagu lama yang di arransemen kembali dan dinyanyikan oleh artis-artis Nagaswara.
      Mendaur ulang lagu-lagu lawas tersebut tetap abadi di hati para penikmat musik Indonesia dengan di arransemen musik secara kekinian.
Sedangkan untuk VCD Senam Aerobik Berty Tilarso menyuguhkan teknik-teknik senam yang dipadu dengan irama musik dan lagu dari penyanyi fenomenal Siti Badriah ‘Lagi Syantik’ dan lagu ‘Goyang Nasi Padang’ dari penyanyi Duo Anggrek.
“Kami berharap peluncuran album VCD Karaoke & Senam Aerobik dapat menginspirasi para penyanyi dan musisi untuk tetap berkarya, dan selalu memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri musik Indonesia,” pungkas Rahayu Kertawiguna. (Nia Kurniati)

Sunday, 29 April 2018

Ulang Tahun Forwan Meriah Penuh Kejutan


Ulang Tahun Forwan Meriah Penuh Kejutan

Jakarta, Koran Investigasi
    Ulang tahun ke 4 Forum Wartawan Hiburan [FORWAN) Indonesia, yang digelar di Comedy Cafe Thamrin city Jakarta Pusat Senin malam 23 April 2018 berlangsung meriah.  Puluhan artis seperti Ruri Modiska, Elmira Batik,
Hj. Nina Hasyim, Eko Mega Bintang, Rama Wijaya Group, 2 Ratus Nagaswara, Ovy dan Ladies, Lia Callia (Goyang Pecut), Vivin Vania RPM, Harsya, Izzhy Diagla, Nura Pusvita dan Forwan Band. 
          "Alhamdulillah acara berlangsung sukses dan lancar sesuai harapan,"  ujar Tresnawati Wahyudi,  ketua panitia HUT FORWAN ke 4 usai acara. 
           Sutrisno Buyil selaku ketua umum FORWAN menambahkan, pilihan Forwan menampilkan artis pendatang baru, karena acara Ulang tahun Forwan yang dihadiri produser rekaman dan insan televisi bisa menjembatani penyanyi pendatang baru dengan produser dan insan televisi.  "Forwan ingin menjembatani artis pendatang dengan produser rekaman dan insan televisi, dari acara ulang tahun Forwan bisa membantu mereka menjadi artis populer, ' ujar Sutrisno Buyil. 
       Selain itu kata wartawan koran pagi Wawasan ini menambahkan,  pada rangkaian ulang tahun ke 4 FORWAN,  pada tanggal 4 Juli 2018 mendatang Forwan akan mengadakan puncak acara dengan event Berbagi pada 400 anak yatim dan 4 Janda yang suaminya anggota FORWAN.  "Sudah menjadi tradisi Forwan ketika berulang tahun selalu berbagi, maka pada ulang tahun yang ke 4 kali ini Forwan akan berbagi kepada 400 anak yatim dan 4 janda yang suaminya anggota Forwan.  Mudah-mudahan,  dilancarkan dan dimudahkan Allah SWT ya," ujar pria yang akrab disapa Buyil ini. 
        Ulang Tahun ke 4 FORWAN dihadiri,  Ketua PWI JAYA Endang Werdiningsih, Agi Sugiyanto Produser Pro Aktif,  Nagaswara Musik,  RPM, Promotor Deteksi Harry Koko Santoso dan Zairin Zein (Producer film) (*) 

Monday, 16 April 2018

Irish Diganggu Setan Main Flm Horor akhirnya Di Retake Berulangkali


Irish Diganggu Setan Main Flm Horor Akhirnya Di Retake Berulangkali

Jakarta, Koran Investigasi
    Bosan main sinetron striping, Irish Bella mencoba mengembangkan aktingnya dengan main film  layar lebar genre horor.   "Ada kejenuhan,  kalau main sinetron dengan genre dan peran  yang itu-itu saja. Makanya sebelum mengalami stag,  aku mesti beralih dulu ke film layar lebar dengan genre berbeda" cetus Ibel,  begitu panggilan sayang Irish Bella usai nobar film Kembang Kantil di kawasan Kuningan Jakarta Selatan belum lama ini. 
        Apalagi, kata Ibel film horor pertamanya itu diproduksi oleh dua rumah produksi yang produksinya dikenal berkualitas yakni Dee Company dan MD Pictures 
       "Kalau yang produksi bukan MD dan Dee Company mungkin aku berpikir ulang.  Tapi karena yang produksi PH besar makanya aku mau main.  Apalagi ceritanya bagus,"  kata artis yang terkenal berkat sinetron Binar Bening Berlian ini sungguh-sungguh. 
      Ibel mengaku lumayan berat main film horor, karenanya ia harus berulang kali kena retake, hal yang jarang terjadi kalau dirinya main sinetron. 
      "Susahnya ketika adegan pas ada setannya keluar, mungkin karena akunya diliputi rasa takut.  Makanya jadi grogi,  makanya di retake berulang ulang he hehehe,"  katanya sembari menebar senyum menawan. 
      Setelah melihat hasil film yang bagus, Ibel pun bangga dan kepengin main filn genre horor lagi, "Seneng banget,  film horor tapi berkualitas dan nggak murahan.  Ini membuat aku bangga. Mudah-mudahan film ini bisa dinikmati jutaan penonton ya, seperti film lain.  Biar segera dibuatkan sekuelnya," pungkas Irish Bella sambil pamit pulang.(Nia Kurniati)


Wednesday, 11 April 2018

Film Enak Tho Zamanku


Film Enak Tho Zamanku

Jakarta, Koran Investigasi
        Untuk kedua kalinya Akhlis Suryapati wartawan senior ini terjun sebagai sutradara.  Pertama Lari Dari Blora dan yang kedua Enak Tho  Zamanku. Film yang dibintang utamai Dolly Martin dan Ismi Melinda bakal beredar 12 April 2018. 
      Dalam penayangan perdana khusus awak media, secara judul sudah beken.  Semua itu lantaran sudah menjadi viral,  lantaran sebuah ungkapan kalangan tertentu yang menganggap kalau rezim Orba lebih enak. 
       Namun ketika penulis menyaksikan film berdurasi 90 menit, yang diproduseri QDemank Sonny Pudjisasono, via bendera Midessa Pictures,  itu memberikan banyak pesan moral namun dibungkus secara rapi. 
        Bahkan pesan yang dimunculkan  lewat sejumlah tokohnya dapat dikatakan terlalu lebay, dan berulang ulang. Akhlis Suryapati, selaku penulis skenario dan sutradara seperti ingin berkotbah, tentang segala hal, via sejumlah pelakonnya. 
      Dari permasalahan pencarian jati diri, ke Esaan Tuhan, sampai ranah politik "dikuliahi" semua. 
       Ini kisah tentang pemuda Darmo Gandul, yang menolak mewarisi kekayaan keluarga, untuk mengelola bisnis keluarga, yaitu hotel. Dan lebih memilih pergi bertualang, untuk mencari jati dirinya, menjadi pokok utama cerita.
       Sebelum akhirnya entah karena sudah merasa menemukan kediriannya, atau kepayahan menguber diri sendiri, toh ia memilih balik kandang. Yang pada saat bersamaan, bisnis ayahnya sedang goyah. Lantaran ayahnya sekarat dan di tubir jurang kematian, akibat hendak dibinasakan lawan politiknya. 
        Sebagai anak soleh yang seenaknya sendiri, syahdan Darmo Gandul  dengan keketusan, dan gaya pencak ala pendekar itu, membongkar konspirasi jahat yang hendak meluluh lantakkan bisnis keluarganya.
      Drama komplikasi yang seperti yang diungkapkan,  Akhlis, diharapkan bisa mencerahkan masyarakat dalam menyikapi kekuasaan, tanpa tendensi mengagungkan zaman tertentu, itulah yang disajikan di film ini.
    Selaku produser Soewarno Pudjisasono menuturkan, film ini bisa mendapatkan tanggal tayang dari emperium bisnis kelompok  atau jaringan 21 saja, sudah sebuah keajaiban.
        "Bayangkan, kami berkawan baik dengan sejumlah nama penting pengelola 21 saja, masih sempat ditolak untuk ditayangkan film di jaringan bioskop mereka, apalagi kalau yang bukan siapa-siapa," katanya seusai preview film itu di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail Jakarta.
     Alasan  dari jaringan 21 yang sangat subyektif dari tim kurator mereka, sempat membuat film yang dibintangi Ismi Melinda, Panji Addiemas, Ratu Erina, Eko Xamba, dan Ananda George, Soultan Saladin, Dolly Marten, Otig Pakis, Yurike Prastika, dan Riza Pahlawan, itu sempat terkatung-katung.
      Walau  Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) telah dikantongi. Selaras dengan UU Perfilman, seharusnya sebuah film yang telah mendapatkan STLS bisa ditayangkan oleh pemilik bioskop. 
         "Tapi film ini sempat ditolak oleh tim kurator mereka. Berdasarkan peraturan legal formal dari mana kelompok 21 bisa mewakili nilai rasa masyarakat, sehingga mengambil alih cita rasa publik. Bukankah tugas itu sudah dilakukan LSF sebagaimana amanat UU. Biarkan masyarakat yang menentukan sebuah film ditonton atau tidak, bukan mereka," imbuh Sonny yang sempat melakukan perlawanan politik.
      Akibat perlawan politiknya itu, Enak Tho Zamanku-Piye Kabare, akhirnya mendapatkan 20 layar dari jaringan 21 untuk tayang di seluruh Indonesia. 
      "Bayangkan, tadinya hanya mau dikasih 10 layar, saya nggak mau, akhirnya mereka kasih 20 layar. Plus sejumlah layar dari jaringan bioskop lainnya dari jaringan Cinemaxx, CGV Blitz dan bioskop mandiri. Jumlah total 52 layar,"  ujar Sonny.
    Lantaran mangkel dan gerah dengan perlakuan jaringan 21 itupula, di bawah bendera Peran Serta Masyarakat Perfilman dia hendak menggelar kongres di Surabaya. Yang menurut Sonny, akan melibatkan semua pemangku kepentingan perfilman di Indonesia, "Demi membenahi banyak yang keliru atas perlakuan pada film nasional oleh pemilik bioskop, " katanya. (Nia Kurniati) 

Baca Juga ?

Social Icons