Monday, 16 January 2017

Japan Beauyy Week Sukses di Gelar

Jakarta, Koran Investigasi


Japan Beauty Week (JBW) yang merupakan kalender tahunan dari Sekertariat Japan Beauty Week dengan menggandeng Kedutaan Besar Jepang dan Asosiasi Industri Kosmestik Indonesia, kembali di gelar selama dua hari, 14 – 15 Januari 2017 di Food Sciety Mall Kota Kasablanka, Jakarta, mulai pukul 10.00WIB hingga 22.00WIB.

“Dari acara tahunan tidak sebatas memperkenalkan produk kosmetik asal negeri Sakura kepada masyarakat Indonesia, juga membawa produk terbaik mereka ke Jakarta. Tetapi lebih jauh juga lebih mempererat hubungan Jepang – Indonesia lewat dunia kosmestik,” kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki saat memberikan sambutan di rumah kediaman, Jalan Daksa V, Jakarta, Jumat (13/1/2017) siang.



Selanjutnya masih terkait dengan dunia kosmetika, Yasuaki Tanizaki mengatakan, dari sudut pandang ekonomi, wanita menjadi penentu dalam segala keputusan di keluarganya serta dirinya sendiri. Makanya pilihan menggelar JBW 2017 demi menjadikan setiap perempuan yang berbahagia lewat kecantikan rahasia dari wanita Jepang.

“Saya percaya bila perempuan bersinar, masyarakat juga akan bersinar," ungkap Yasuaki Tanizaki yang tak pernah absen dengan gaya berbusana batik ini.

Masih di hari yang sama dalam acara ramah tamah, sekaligus digelar seminar yang mengangkat tema “Japanese Cosmetics & Sense of Beauty” dengan pembicara Noboru Naito, Ph. D., Vice Chairman of International Committee in Japan Cosmetic Industry Association (JCIA). Noburu mengatakan, riset seputar perawatan kulit masih berkutat pada tiga hal, yakni pemutih, pelembab dan anti-aging. Bahkan jauh sebelum mempromosikan produknya, Jepang juga menjalani riset untuk mengetahui keadaan kulit orang Indonesia yang disesuaikan dengan cuaca, udara, makanan dan budaya.

“Hasilnya kalau brand bagus tidak dikasih tahu, maka orang-orang tidak akan ada yang tahu. Pilihannya pun ingin memberitahu perempuan Indonesia bahwa inilah kosmetik bagus dan aman dari Jepang," ujar Noburu Naito, juga Executive Director in KOSÉ Corporation.

Dalam pameran kecantikan sekaligus exhibition yang ditampilkan dua hari, sejak hari ini, Sabtu 14 Januari 2017 di Kota Kasablanka, Jakarta, sedikitnya ada enam brand kosmetik asal Jepang yang turut serta, adalah Dear Laura, Kanebo Cosmetics, KOSE, Menard Cosmetics, BCL Tokyo Girl's Style, dan Intime Organique. (Buyil)


Sunday, 15 January 2017

Pelantikan Pejabat Eselon Pemprov Sulbar Diboncengi Oknum

Mamuju, Koran Investigasi

Apa jadinya jika pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon II dan III serta IV di
lingkup Provinsi Sulbar kemarin yang dilakukan Pejabat Pelaksana Tugas ( Plt ) Gubernur Sulbar,


Irjen Pol Drs. Carlo Brix Tewu di dampingi Sepkrov Sulbar Ismail Zainuddin, ada oknum pejabat yang terselubung di dalamnya ikut pengukuhan.

Padahal Mendagri RI, Tjahyo Kumolo saat berkunjung di Mamuju meyakinkan pada media massa, bahwa pelantikan ini bersih, tidak ada praktek ‘jual-beli’ jabatan alias kolusi di dalamnya. Maka tidak berlebihan juga jika Plt. Gubernur dalam acara di Auditorium Kantor Gubernur Sulbar itu, dalam arahannya meminta para jajarannya agar tidak terkena Saber Pungli.


Namun, salah satu oknum pejabat eselon III di Lingkup Pemprov. Sulbar di duga merekayasa SK Pengangkatan yang dilantik kemarin. Membohongi kepada atasannya, menurut informasi yang di himpun media ini setelah beberapa hari di lantik sang oknum terus melenggang, kemudian tersebar rumor di lantik tanpa ada rekomendasi dari Kepala Dinas PU terkait yang dia tempati sekarang. Padahal Sekretaris Sekprov Ismail Zainudin telah menyampaikan kepada oknum pejabat eselon III agar meminta rekomendasi dari kepala dinas terkait yang akan dia tempati setelah di lantik nantinya.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulbar Ir. H. Nasaruddin, MM, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya salah seorang oknum pejabat eselon tiga itu, masuk kembali ke instansinya.

Menurut Kepala Dinas PU Provinsi Sulbar, diakui tidak pernah memberikan rekomendasi terhadap oknum pejabat eselon tiga itu.

Hanya saja memang yang bersangkutan itu pernah menghubungi via telepon seluler Kepala Dinas PU Provinsi Sulbar, Ir. Nasaruddin, MM katanya. Kadis menjawab ketika itu lewat hp ke oknum pejabat tersebut, bahwa akan bertemu dengan Sekprov.

“Saya sama sekali, tidak pernah memberikan keterangan tertulis kepada yang bersangkutan yang dimaksud,” ungkap kadis yang sangat berhati-hati.

Rupanya kata Kepala Dinas Ir. Nasaruddin, MM, bahwa oknum pejabat eselon tiga tersebut menyampaikan lain ke Sekprov sehingga dirinya ikut di lantik dengan pejabat eselon tiga lainnya. Hingga sekarang oknum pejabat tersebut telah berhasil kembali merebut salah satu Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Barat.(Musraho)


Salah Siapa SKPD Sulbar Saling Lempar Tanggungjawab?

Mamuju, Koran Investigasi



Loyalitas bawahan ke atasan terkadang dipertanyakan, ditengerai antaranya karena pimpinan kurang tegas dan jelas memberikan petunjuk, sehingga suruhannya tidak serius dijabarkannya. Yang menjadi lucu, surat edaran bentuknya jelas serta tegas dari Plt. Gubernur Sulbar ternyata ‘bertepuk sebelah tangan’. Sehingga beberapa pihak di jajaran Pemprov. Sulbar menanggapi perlu adanya penataan ulang kembali jabatan.


Simpang siur uraian jabatan yang ditafsirkan antara Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat dengan Badan Kepegawaian Diklat Provinsi Sulbar terkait surat edaran gubernur Sulbar tertanggal 12 Januari 2016, tentang penanganan ijazah palsu. Membuat multi tafsir bagi yang memandangnya, betapa tidak surat edaran tersebut, hingga sekarang belum ada kejelasan hasil evaluasi surat petunjuk gubernur.


Kuat dugaan kata masyarakat atas maraknya ijazah palsu di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat saat ini, tak sampai di situ saja katanya, kemungkinan adanya di dalamnya, oknum ‘jual beli jabatan. Dan potensi terjadinya tindak pidana serius lainnya.


Alasannya karena pihak Inspektorat dengan Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Diklat saling lempar tanggungjawab, seakan cuci tangan terhadap situasi kondisi yang ada. Menurut Kepala Bidang Mutasi, Jamaluddin saat ditemui di ruang kerjanya ke media ini mengatakan, bahwa berkas yang kita kumpulkan sudah selesai dan telah diserahkan kepada Inspektorat, dan belum ada kami terima dari hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh Inspektorat Provinsi Sulbar.


"Berkasnya kami sudah kumpulkan sesuai surat edaran gubernur, kemudian telah kami serahkan ke Inspektorat untuk dilakukan pemeriksaan. Jadi sampai sekarang Inspektorat juga belum serahkan ke kami hasil pemeriksaan yang mereka lakukan,” kata Jamaluddin mempertanyakan.


Kata Jamaluddin lagi, “Bahwa memang masih ada beberapa pengawas di Pemprov yang belum dikumpulkan ke kami, dan kemudian telah disampaikan ke dinasnya masing-masing agar segera dirampungkan”.


Terpisah Kepala Inspektorat Provinsi Sulbar Suryadi membantah bahwa Instansi Inspektorat ‘mbalelo’ telah menerima berkas dari BKD terkait surat edaran gubernur tersebut. Menurut Suryadi bahwa mereka belum menerima berkas-berkas dari BKD.


"Kami belum menerima berkas itu, sesuai dengan surat edaran gubernur . Bahkan berkas yang kami pun serahkan ke sana dan coba tanyakan kembali ke BKD, justru tidak jelas," katanya.(Musraho)


Monday, 2 January 2017

Debat Artis Pendukung Cagub Terancam Gagal








Jakarta, Koran Investigasi 

Acara “Debat Artis Pendukung Cagub DKI 2017” terancam gagal lantaran salah satu tim sukses pasangan calon (paslon) tidak komitmen mendukung acara yang sedianya akan digelar Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia dan Forum Pimpinan Media Digital Indonesia (FPMDI) pada Kamis, 5 Januari 2017.








Ketua Pelaksana Debat Artis Pendukung Cagub DKI Jakarta 2017 Amazon Dalimunthe menyesalkan sikap tim sukses salah satu paslon yang keberatan mengutus beberapa artisnya terlibat dalam debat tersebut. "artis-artis pendukungnya siap menghadapi debat, namun dukungan dari tim sukses belum ada. Mereka membutuhkan rekomendasi dari timses,” ungkap Amazon, Senin (1/1/2016).
Amazon mengaku tidak etis jika menyebutkan dari paslon mana yang tidak bersedia mengutus artis perwakilannya untuk berdebat.
Meski demikian, wartawan senior ini berharap kubu paslon tersebut bisa merubah kebijakan dan mau terlibat dalam acara yang bertujuan memberikan edukasi politik kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan mereka bisa ikut terlibat di acara yang bergengsi ini,” harap Amazon.
Rencananya acara tersebut akan berlangsung secara indenpenden dan akan digelar di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI), Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Bahkan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sony Sumarsono dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta Sumarno dipastikan bakal hadir. Selain kedua tokoh tersebut, acara ini juga akan dihadiri beberapa anggota DPRD DKI Jakarta, para artis, serta para ketua organisasi keartisan, perfilman, kesenian dan kebudayaan.
Sebelumnya menurut Amazon, ketiga tim pemenangan sudah komitmen melibatkan artis-artis pendukungnya dalam debat tersebut. Seperti paslon nomorr urut satu akan mengutus Inggrid Kansil, Annisa Pohan, Okky Asokawati, dan Marissa Haque.
Sementara mewakili pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot - Saiful Hidayat, Amazon mengatakan, mereka terdiri dari penyanyi Once, Sophia Inggriani Latjuba, Tompi, serta Cathy Sharon, Addie MS dan Memes.
Untuk tim pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno, masih menurut Amazon, artisnya akan diwakili, Pandji, Rachel Maryam, Moreno Soeprapto, Derry Dradjat, Jamal Mirdad dan Tengku Firmansyah.(Forwan)

Anna Mariana Rayakan Ultah Gelar Pengajian

Jakarta, Koran Investigasi



Sebagai muslimah yang taat Dr. Hj. Anna Mariana SH, MH, MBA, merayakan tahun baru di Tanah Suci sekalian ibadah umroh. Tapi di ultahnya yang ke 57 yang bertepatan dengan pergantian tahun ia rayakan dirumahnya dengan menggelar pengajian dan mengundang ratusan anak yatim.
"Biasanya kalau ulang tahun saya merayakan di Tanah suci sekalian umroh. Tapi tahun ini saya ingin merayakan bareng anak yatim,"ujar wanita yang penggiat dan pengembangan kain songket ini saat bincang dengan awak media di rumahnya yang mewah di kawasan Ampera Jakarta Selatan Minggu (1/1).

Setelah mempelopori kelahiran songket dan tenun Betawi bersama Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi pada 24 Desember lalu, di penghujung tahun 2016 itu, ia menggerakan anak-anak pesantren asuhannya untuk belajar menenun songket. Sebuah kegiatan yang sejalan dengan pengembangan budaya kain batik Betawi, serta sosialisasi pengembangan dan pembinaan budaya kain tenun dan songket Betawi.
“Untuk pelestarian kain songket. Saya ingin menurunkan ilmu serta mengajarkan anak-anak pesantren asuhan saya yang tersebar di Jakarta, Banten dan Serang, agar mereka mempelajari teknik tenun dan songket,” jelas Anna.
Wanita kelahiran Solo, 1 Januari 1960 itu menambahkan, kegiatan belajar menenun ini bisa dilakukan anak-anak pesantren di saat senggang dari kegiatan belajar ilmu agama. “Dengan memiliki Ilmu menenun, nantinya mereka bukan hanya akan pintar soal agama dan bisa menjadi ulama, tapi juga berpengetahuan luas, memahami juga semakin mencintai budayanya. Keahlian menenun ini juga bisa membuka lapangan usaha dan mendatangkan rejeki,” terang isteri dari Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, SH, MSC ini.
Menurut wanita yang sudah 33 tahun berkarya untuk perkembangan kain tenun dan songket di nusantara, ia akan mengajarkan anak-anak itu dari hal paling dasar. Misalnya pengenalan sejarah, bahwa dalam budaya masyarakat Betawi, belum pernah ada tenun dan songket. “Yang ada hanya kain Batik dengan motif kembang-kembang dengan selalu ada motif Ondel-Ondel. Produksi ini kemudian hanya kita kenal sebagai kain dari Batik Cap, Batik Tulis, Batik Printing. Kain yang ada bukan tenun atau songket, yang proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisonal ditenun atau dikerjakan dengan proses handmade!” ungkapnya.
Karenanya , Anna Mariana yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Sejarah Kain Tenun Nusantara bersemangat mengundang anak-anak pesantren asuhannya di malam pergantian tahun 2017, yang sekaligus juga untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 57.
“Anak-anak pesantren ini ada yang sudah yatim piatu. Dengan mereka punya bekal ilmu menenun, mereka diharapkan bisa mandiri, dan punya penghasilan sendiri. Dan yang lebih pasti lagi, mereka akan menjadi kader penerus yang pandai menenun,” tegasnya.
.Bagi Anna proses pengerjaan kain songket dan tenun sangat khas dan memerlukan waktu lama. Terlebih untuk menghasilkan tenun kelas premium yang menggunakan benang sutera. “Proses pengerjaannya memakan waktu enam bulan bahkan bisa sampai setahun. Diperlukan ketrampilan, keuletan, ketekunan dan kesabaran khusus. Karena menenun dari benang sutra itu rumit, oleh sebab itu pula harga songket menjadi mahal bahkan cenderung fantastis,” bebernya.
.Sebagai pengacara, fashion designer dan desainer songket Bali kenamaan Tanah Air, Anna tentu sibuk, tapi ia tetap memperhatikan keluarga. “Saat waktu senggang saya selalu sempatkan jalan-jalan bersama keluarga, baik itu ke mall maupun ke tempat wisata,“ ungkapnya.
.Ketika ditanya, di waktu senggang bersama keluarga, apakah pernah menyempatkan diri untuk misalnya, menonton film? Dengan mantap, Anna menjawab, “Setiap bulan kita selalu menonton film.”
Anna tampak bersikap fleksibel mengikuti trend perkembangan film dan keinginan anaknya. “Saya fleksibel mengikuti trend perkembangan film dan keinginan anak-anak,” pungkasnya (Buyil)














DPRD Sulbar Bahas Anggaran Di Hotel Makassar

Mamuju, Koran Investigasi



Sudah jatuh tertimpa tangga pula, barangkali pepatah ini tidak terlalu berlebihan jika ditujukan ke Pemerintah Prov. Sulbar saat ini, karena rapat pembahasan APBD Provinsi Sulawesi Barat untuk Tahun Anggaran 2017 telah di laksanakan di salah satu hotel di Jalan Pelita Makassar, Sulawesi Selatan, padahal kondisi keuangan daerah mengalami defisit 2016 Rp 202 miliar . Ironisnya beberapa oknum anggota DPRD Provinsi Sulbar seakan tak perduli dengan keuangan daerah yang memprihatinkan itu.


Sementara Kantor DPRD Provinsi Sulbar sangat tergolong mewah, juga dilengkapi berbagai fasilitas yang sangat memadai, layak dipakai untuk rapat. Sehingga tidak perlu rapat pembahasan APBD Sulbar di pindahkan ke Makassar, Sulsel.


Menanggapi hal tersebut, salah satu aktivis penggiat anti korupsi Sulbar Anwar Hakim mengatakan bahwa rapat pembahasan APBD Sulbar di Makassar merupakan pemborosan keuangan negara, selain itu dapat di duga untuk bagi-bagi ‘jatah kue’ anggaran Tahun 2017, bisa memicu tindak pidana korupsi.


Untuk diketahui, menurut beberapa sumber diduga Dana Aspirasi Anggota DPRD Sulbar diperjual belikan peritem program, beragam tersebar di beberapa SKPD, ada Rp 100 juta, Rp 200 juta, bahkan ada Rp 300 juta. Mereka oknum Anggota Dewan Prov. Sulbar meminta fee 30% hingga 50% kepada orang yang meminta Dana Aspirasi tersebut.


“Untuk melakukan rapat pembahasan APBD seharusnya secara terbuka dan transparan untuk masyarakat. Rapat pembahasan APBD Sulbar di Makassar, adalah pemborosan keuangan negara dan memicu Tipikor, apalagi sekarang Prov. Sulbar dalam kondisi defisit. Semua orang tahu kalau Kantor DPRD Sulbar sangat mewah dan di lengkapi fasitas yang sangat canggih kenapa rapatnya ke Makassar, ini kan sangat lucu sekali kedengaranya. Kinerja anggota DPRD Sulbar seakan menari di atas penderitaan rakyat," kata Anwar Hakim.
Terpisah mantan Sekretaris Dewan yang juga Kadis Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, Muzakkir Kulasse saat di ruang kerjanya mengatakan bahwa dirinya pernah mengalami hal serupa sehingga BPK jadikan temuan dan harus di kembalikan dana tersebut.


Padahal saat itu, kata Muzakkir kepada BPK bahwa kondisi kantor sangat tidak layak dipakai untuk rapat sehingga rapat di lakukan di hotel yang ada di Mamuju, namun saat itu BPK ingatkan ke depannya tidak mengulangi kembali rapat di hotel.
Ketua Komisi Tiga, Yahuda membantah bahwa dirinya dengan beberapa anggotanya dan SKPD Sulbar telah melakukan rapat pembahasan APBD Sulbar, di hotel Makassar Sulawesi Selatan. Yahuda mengatakan bahwa dirinya beserta anggotanya ke Makassar hanya melakukan kunjungan kerja dengan pihak Dinas Perhubungan Sulsel."Itu informasinya keliru kalau kami ke Makassar untuk rapat pembahasan APBD Sulbar, tetapi pastinya kami ke Makassar hanyalah kunjungan kerja dengan pemerintah Sulawesi Selatan, khusunya Dinas Perhubungan Sulsel," kata Ketua Komisi Tiga Yahuda via telepon selulernya ke media ini.(Musraho)

Pembekalan Kades Terpilih Serentak Di Lamandau

Lamandau, Koran Investigasi

















Di Aula Kantor Bupati Lamandau, Desember 2016 pekan lalu, kegiatan pembekalan kades baru yang terpilih. Bupati Ir. Marukan memberikan arahannya agar kepada kades terpilih di Kabupaten Lamandau 2016, sedapat mungkin mengemban tugas dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal dengan baik tanpa memperbedakan kelompok dan golongan, intinya mengikuti aturan yang sudah berlaku katanya.


“Dan jangan sampai ada penyimpangan, kemudia mengikuti oknum kepala desa yang sudah tertangkap. Bahwa kepala desa seharusnya dikontrol semua elemen masyarakat,” papar Ir. Marukan Bupati Kabupaten Lamandau dengan jelas dan meyakinkan.


Lanjutnya, jika para kades tidak teliti dan lambat kinerjanya dalam menjalankan tugas, tentu mendapatkan teguran atau sanksi. Yang lebih jelas lagi di sini, sambung Marukan, para kepala desa harus bisa membedakan mana yang hak sendiri dan bukan, agar tidak menjadi perselisihan ke depannya.


Sebagai kepala desa baru, tentu memimpin berbagai karakter manusia baik di kantornya maupun di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, senantiasa mengakomodir semua usulan dan pendapat dari berbagai kalangan warga yang ada.


“Seorang pemimpin, seharusnya berpikir mengedepankan rasional daripada emosional. Lebih banyak belajar dari yang sudah ada, kemudian pemimpin itu harus siap di depan, dan siap berkorban, sikapnya harus bisa menjadi seperti orang tua, serta sikap sebagai seorang guru sekaligus sahabat,” ujar Marukan panjang lebar.


Masih menurut Maruki, bahwa pemimpin penuh semangat yang mengebu-gebu dan jangan lemah guna kepentingan masyarakat luas. Dilandasi dengan Tuhan Yang Maha Esa, bahwa tugas kita memang untuk mensejahterahkan rakyat.(Sahwandi)

Baca Juga ?

Social Icons