Parepare, Koran Invenstigasi
Jika di Jakarta ada lelang jabatan
kepala sekolah lewat kompetensi bagi guru-guru, maka hal serupa terjadi jauh-jauh sebelumnya di Pemkot Parepare, ketika itu Drs Zain Katoe menjadi Wali Kota Parepare, yang menerapkan pertamakali. Dan saat itu, Patima Dewi, S.Pd, M.MPd,52,
masih jadi guru biasa di SDN 73 Parepare, tidak mau kalah untuk mengikuti proses seleksi dari sekian banyak guru mengikuti pada tahun 2005, di lingkup Pemerintahan Kota Parepare. Bukan tanpa alasan, bagi alumnus IKIP ini mengikuti uji kompetensi dengan berbagai tahapan, mulai dari test akademik, test kemampuan sosial Patima Dewi, S.Pd, M.MPd; Jadi Kepala Sekolah Lewat Uji Kompetensi
kemasyarakatan, hingga pengetahuan umum serta pengetahuan manajerial. Dan Alhamdulillah katanya, masukdalam kategori terbaik, Memang saya lulus pada tahun 2005, dan selanjutnya menunggu giliran penempatan jadi kepala sekolah, sambil tetap memperbaiki kualitas
serta menjalankan tugas sebagai guru, jelasnya yakin dan mantap menapak karirnya waktu itu. Penempatannya sebagai Kepala Sekolah di SDN 27 Parepare tahun 2008, membuatsekolah di Jalan Industri Kecil No. 50 Bukit Harapan, Kecamatan Soreang ini menjadi maju baik
kualitas pendidikan anak-anaknya, maupun penataan ruangan serta lingkungan di sekitar sekolah.
Sayang katanya, tidak diikuti dengan pembangunan fisik sekolah, buktinya 2(dua) rumah bujang dan 1(satu) rumah kepala sekolah sudah keropos. Soal keberhasilan ibu 6(enam) anak ini dalam memimpin sekolah bukan isapan jempol, SD Negeri 27 meraih penghargaan tertinggi sekolah peduli lingkungan,
Predikat Adiwiyata. Menurutnya, memang ketika pertama datang, sekolah dalam keadaan gersang
tidak memiliki tanaman atau tumbuhan hijau. Kemudianmenggugahnya untuk menghijaukan
sekolah, dengan mengikut sertakan anak dan guru serta karyawan peduli pada lingkungan. Predikat sekolah
berbasis lingkungan, diperolehnya memang melalui perjuangan keras, katanya. Kesuksesan berikutnya,
dimana lulusan anak didik SDN27 selama ini jadi terbaik, dengan nilai rata-rata 7(tujuh) keatas, sehingga kualitasnya tidak diraguka di luar. Kuncinya, ada pada pembelajaran yang efektif , katanya. Dalam proses belajar mengajar, yang dikedepankan adalah pengayaan ilmu pada anakdidik, termasuk menambah
intesitas kegiatan ekstra korikuler sekolah, baik kemampuan wawasan, kecakapan keterampilan
maupun kemampuan akademik.*
Andi Syahruddin

0 comments:
Post a Comment