Monday, 31 March 2014

Lurah Peduli Lingkungan Warganya

Makassar Koran Investigasi
Boleh jadi di antara lurah di Makassar yang paling peduli pada lingkungan masyarakatnya, adalah Drs
Jufri, Lurah Batua Kecamatan Manggala. Betapa tidak, pejabat satu ini, pada setiap malam minggu, selalu memberikan waktu luang untuk berkunjung ke beberapa tokoh masyarakat, utamanya RT & RW guna
sosialisasi, betapa pentingnya kualitas lingkungan hidup. Menurutnya, silaturrahim kebeberapa warga,
termasuk pendekatan efektif untuk memperkenalkan program pemerintah. “Saya juga tahu persis di tengah
masyarakat, apa yang terjadi di lingkungan. Yang lebih penting, kami ketahui apa maunya dulu warga,”
jelasnya yang lebih detil lagi, aspirasi yang berkembang satu persatu di dalam lingkup pemerintahannya.
Jufri memang bukan lagi orang asing bagi warga Batua, jauh sebelum lurah,
Lurah Batua; Drs Jufri
Lurah Peduli Lingkungan Warganya ketika menjadi pegawai biasa di kelurahan sudah berinteraksi dengan warga. Apalagi disaat menjadi Kepala Seksi Trantib dan Kepala Pengelola Kebersihan di Kelurahan Batua, tentubertambah volume kunjungan kerjanya. Lebih-lebih ia kini menjadi jadi lurah, Jufri lebih banyak meluangkan waktunya lagi bagi warganya. “Saya rata-rata di kantor itu, antara pukul 16.00 hingga 17.00 di sore hari untuk tetap melayani warga Batua. Tenntu ini masih lewat prosedur, dan kami mempunyai komitmen antara RT/ RW. Saya juga tetap berdayakan LPM yang ada,” ungkapnya serius. Di saat menyambangi kantornya, akhir Desember ia langsung menerima wartawan Koran Investigasi diselasela kesibukannya menerima perangkat RT/RW dalam rangka kordinasi pencegahan banji dan setelah shalat ashar usai dilaksanakannya. Jufri banyak bercerita tentang pengabdiannya dari A hingga Z, namun kuncinya katanya, tugasnya sebagai amanah yang bernilai ibadah, sehingga apa diembannya itu, tidak menjadikan berat pada dirinya. Keseriusannya mengurus/menata Batua, ditandai dengan 7 tempat pembuangan sampah di pinggir kali Jl. Abd Dg. Sirua dijadikan menjadi 4 TPS, menurutnya tidak lebih dari unsur keindahannya saja yang dipertimbangkan, namun tetap dilayani 3 kontainer. Soal banjir, jangan ditanya lagi, karena ia tahu persis titik-titik rawan banjir wilayahnya. Juga penangannya, seperti lorong I di RW.2 saluran pembuangan airnya diperbesar ditembuskan ke kanal, sedangkan RW.3 Jl. Swadaya diadakan pembebasan lahan. Dalam mengurai banjir sebelum memasuki musim penghujan, maka warga dan pegawai kelurahan secepatnya bergerak cepat mengadakan kerja bakti, di luar jadw al rutin Jumat dan Minggu.
Andi Syahruddin

0 comments:

Post a Comment

Baca Juga ?

Social Icons